Polres Cianjur Terjunkan 1.300 Personel untuk Pengamanan Lebaran Cianjur 2026
Polres Cianjur mengerahkan 1.300 personel gabungan di 23 pos untuk Pengamanan Lebaran Cianjur 2026. Simak strategi lengkapnya demi mudik aman dan nyaman.
Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, menunjukkan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 1.300 personel gabungan telah diterjunkan untuk mengamankan wilayah Cianjur. Penempatan personel ini bertujuan memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pemudik di sepanjang jalur utama.
Personel gabungan tersebut akan menempati 23 pos pelayanan dan pengamanan yang tersebar strategis di berbagai titik. Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang fokus pada pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kesiapan ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan mengantisipasi bencana alam.
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menyatakan bahwa dua pertiga kekuatan personel Polres Cianjur disiagakan. Mereka akan ditempatkan lebih dekat dengan masyarakat melalui pos-pos pengamanan yang didirikan di sepanjang jalur mudik.
Strategi Penempatan Personel dan Pos Terpadu
Dalam rangka Pengamanan Lebaran Cianjur 2026, Polres Cianjur telah menyusun strategi komprehensif dengan menempatkan ribuan personel di lokasi-lokasi vital. Sebanyak 1.300 personel gabungan akan bertugas di 23 pos pelayanan dan pengamanan. Pos-pos ini tersebar dari ujung utara hingga selatan Cianjur.
Pos terpadu yang didirikan akan diisi oleh berbagai unsur, tidak hanya kepolisian. Unsur-unsur tersebut meliputi Pramuka, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI Cianjur, dan personel TNI dari Kodim Cianjur. Mereka semua akan bekerja sama memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal bagi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Untuk mendukung mobilitas dan respons cepat, ribuan personel gabungan ini juga dilengkapi dengan kendaraan dinas. Ketersediaan kendaraan ini akan mempermudah dan mempercepat petugas dalam membantu pelayanan serta pengamanan bagi masyarakat yang melintas di sepanjang jalur utama mudik Cianjur.
Pembatasan Kendaraan Berat dan Layanan Darurat
Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Cianjur menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan berat di jalur arteri. Kendaraan dengan sumbu lebih dari dua atau roda enam ke atas tidak diperbolehkan melintas mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan kelancaran arus mudik.
Kapolres Alexander Yurikho Hadi menjelaskan bahwa pembatasan ini dikecualikan bagi kendaraan yang membawa kebutuhan penting. Ini termasuk bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), serta alat kesehatan. Kendaraan yang bersifat darurat juga akan mendapatkan pengawalan khusus dari petugas.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama masa pengamanan, layanan darurat kepolisian siap siaga. Pemudik dapat menghubungi nomor 110 atau mendatangi langsung pos pelayanan terpadu yang tersedia di 23 titik. Layanan ini memastikan bantuan cepat dan responsif bagi setiap kebutuhan masyarakat.
Imbauan Keselamatan dan Dukungan Pemerintah Daerah
Polres Cianjur mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Jalur utama mudik Cianjur memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan dan bencana alam, termasuk potensi pohon tumbang. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas sangat penting untuk keselamatan bersama.
“Kami minta pengendara mematuhi aturan lalu lintas dan mendengarkan anjuran petugas agar aman, nyaman dan selamat sampai tujuan,” kata Kapolres Alexander Yurikho Hadi. Ia juga menambahkan bahwa pemudik dapat memanfaatkan pos pelayanan yang ada untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Cianjur. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan bahwa pengamanan yang dilakukan petugas gabungan diharapkan berjalan lancar. Hal ini agar pemudik yang melintas di jalur utama Cianjur merasa aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan di kampung halaman.
Sumber: AntaraNews