Perpustakaan Kota Madiun Layani Lebih dari Setengah Juta Pengunjung di Tahun 2025
Meski sempat tutup selama lima bulan untuk renovasi, Perpustakaan Kota Madiun berhasil menarik 571.887 pengunjung sepanjang tahun 2025, dengan dominasi akses daring. Bagaimana strategi Dispusip Kota Madiun menjaga minat baca masyarakat?
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat pencapaian signifikan dengan melayani sebanyak 571.887 pengunjung sepanjang tahun 2025. Angka ini mencakup pengunjung yang datang langsung maupun mengakses layanan secara daring, menunjukkan tingginya minat literasi masyarakat kota tersebut. Pencapaian ini terbilang istimewa mengingat adanya penutupan gedung utama perpustakaan selama beberapa bulan untuk renovasi.
Kepala Dispusip Kota Madiun, Heri Wasana, menjelaskan bahwa dari total kunjungan tersebut, 51.154 pengunjung memanfaatkan layanan secara luring atau datang langsung ke perpustakaan. Sementara itu, mayoritas pengunjung, yakni 520.733 orang, mengakses layanan secara daring.
Dominasi kunjungan daring ini terjadi karena gedung utama perpustakaan sempat ditutup selama lima bulan, mulai Juli 2025 hingga awal Januari 2026, untuk keperluan renovasi. Meskipun demikian, Dispusip Kota Madiun tetap berinovasi agar akses literasi masyarakat tidak terhenti.
Strategi Inovatif di Balik Penutupan Gedung
Penutupan gedung utama selama lima bulan tidak menghentikan layanan perpustakaan sepenuhnya. Dispusip Kota Madiun melakukan berbagai terobosan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap sumber daya literasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengaktifkan program perpustakaan keliling.
Perpustakaan keliling ini secara aktif mendatangi sekolah-sekolah dan ruang publik, menjangkau pemustaka di berbagai lokasi. Strategi jemput bola ini terbukti efektif dalam menjaga kontinuitas layanan perpustakaan di tengah renovasi.
Heri Wasana mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian jumlah kunjungan tersebut. Menurutnya, hasil ini sudah cukup baik, bahkan menunjukkan peningkatan, meskipun tidak terlalu signifikan, mengingat kondisi layanan fisik yang sempat terhenti cukup lama.
Pertumbuhan Anggota dan Koleksi Perpustakaan
Selain angka kunjungan yang tinggi, Dispusip Kota Madiun juga mencatat penambahan anggota perpustakaan yang menggembirakan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 1.428 orang resmi menjadi anggota baru, dengan rincian 963 anggota umum dan 966 anggota digital.
Jumlah peminjam buku juga mencapai 20.928 orang, dengan mayoritas peminjam luring sebanyak 20.669 orang, sementara peminjam daring tercatat 259 orang. Ini menunjukkan bahwa layanan fisik masih memiliki daya tarik kuat bagi sebagian besar peminjam.
Dari sisi koleksi, Dispusip Kota Madiun terus melakukan penambahan buku cetak. Sepanjang tahun 2025, sekitar 2.000 eksemplar buku baru berhasil ditambahkan ke koleksi. Penambahan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan masukan dari masyarakat, mencakup berbagai genre seperti buku perkuliahan, fiksi, dan nonfiksi.
Saat ini, total koleksi buku cetak mencapai 60.427 eksemplar dengan 25.751 judul, sementara koleksi digital tersedia sebanyak 41.983 eksemplar dengan 8.656 judul.
Peningkatan Fasilitas dan Pengembangan Literasi
Selama proses renovasi gedung, Dispusip Kota Madiun tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga melakukan pembenahan tata ruang dan penataan ulang layout koleksi. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan suasana perpustakaan yang lebih nyaman dan ramah bagi para pengunjung.
Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama selama masa renovasi. Pelatihan dan pengembangan pustakawan dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pemustaka.
Dalam upaya pengembangan literasi, Dispusip Kota Madiun memberikan perhatian khusus pada generasi muda. Hingga akhir 2025, Dispusip telah membuka 24 titik layanan baca, baik untuk membaca di tempat maupun layanan peminjaman. Dengan berbagai kemudahan layanan ini, diharapkan jumlah kunjungan ke Perpustakaan Kota Madiun dapat terus meningkat di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews