Penjelasan Dapur MBG di Tangsel soal Distribusi Bahan Mentah ke 18 Sekolah
Alasan lain distribusi bahan mentah karena banyak sekolah yang sudah meliburkan diri dan cepat pulang.
Pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) Ciputat Timur, membenarkan adanya distribusi bahan mentah terhadap ribuan siswa di 18 sekolah mulai tingkat PAUD/TK hingga SMA sederajat pada program makan bergizi gratis (MBG).
Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur, A. Basiro menyatakan bahwa menu MBG di SPPG Kota Tangerang Selatan yang didistribusikan terhadap 4.075 siswa dalam bentuk mentah itu agar dapat dibawa pulang atau disimpan siswa lebih lama.
"Beras diberikan dalam bentuk mentah agar dapat dibawa pulang dan disimpan lebih lama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi sekolah yang sedang libur atau menjalani class meeting/ujian, sehingga siswa tetap dapat menerima manfaat program MBG," ujar A. Basiro dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6).
Dia memastikan bahan pangan mentah yang didistribusikan terhadap siswa penerima manfaat MBG bukanlah bentuk makanan kemasan. Basiro juga memastikan SPPG Yasmit Ciputat Timur menghindari penggunaan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan, serta meminimalisir konsumsi ultra-processed food.
“Seperti yang telah ramai dibahas di media sosial, penggunaan makanan kemasan menimbulkan banyak kekhawatiran dari masyarakat. Oleh karena itu, dapur kami berkomitmen memberikan makanan real food yang lebih sehat dan alami,” tegas dia.
Sekolah Sudah Tak Banyak Kegiatan Belajar
Menurutnya, beras mentah yang diberikan kepada siswa penerima manfaat program MBG diberikan agar bisa dimasak orang tua siswa di rumah sesuai kebutuhan.
“Sedangkan lauk pauk sudah disiapkan dalam kondisi matang. Kami juga menghindari penggunaan makanan beku karena khawatir siswa lupa menyampaikannya kepada orang tua, yang bisa menyebabkan makanan basi dan tidak dapat dikonsumsi,” ujarnya.
Basiro memastikan pemberian bahan makanan mentah kepada siswa penerima manfaat program MBG di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan itu dilakukan karena banyak sekolah yang sudah meliburkan diri dan cepat pulang.
“Adapun paket tetap harus tersampaikan.Sehingga saya membuat kebijakan seperti ini yang ternyata viral. Ini minggu terakhir, dan bentuk makanannya sudah terakhir dikirim Senin lalu. Isinya merupakan rapelan untuk 5hari kerja,” terang A. Basiro.
Sebelumnya diberitakan, Viral MBG Bahan Mentah di Tangsel Didistribusikan ke 18 sekolah, Begini Penampakannya