Pengungsi Gunung Lewotobi Temukan 393 Butir Peluru dan 16 Granat Saat Gali Lubang WC
Pengungsi menemukan alat-alat peledak itu pada kedalaman sekitar satu meter.
Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menemukan sejumlah amunisi dan granat saat menggali lubang WC, Selasa (1/4).
Amunisi dan granat dalam jumlah banyak itu ditemukan warga bernama Siu Kwuta di Hunian Sementara (Huntara) Desa Konga, Kecamatan Titehena. Huntara itu dihuni oleh warga Desa Klatanlo, Dulipali, serta sebagian warga Desa Nawokote dan Boru.
Kwuta menemukan alat-alat peledak itu pada kedalaman sekitar satu meter. Dia terkejut dan takut benda itu masih aktif dan bisa meledak, sehingga langsung melaporkannya kepada petugas berwenang.
"Tadi pagi pas gali lubang WC dan untuk perbesar besar tiba-tiba ditemukan peluru dan granat," ujar Fans Kaha, salah satu penghuni Huntara.
Pengerjaan untuk pelebaran galian WC terpaksa dihentikan sementara waktu. Sejumlah prajurit TNI kemudian mengamankan bahan peledak dan sejumlah selongsong peluru tersebut.
"Dia (penemu) takut jadi lari panggil TNI, lalu anggota datang amankan, gali lagi dari dalam lubang. Ada banyak peluru dan granat," ungkap Frans Kaha.
Temuan barang langka dan bikin geger itu kini viral di media sosial. Pengungsi beramai-ramai memosting peluru dan granat yang masih dilumuri lumpur tersebut.
Granat dan Peluru Diduga Masih Aktif dan Sempat Meledak
Ratusan butir peluru dan granat yang ditemukan pengungsi letusan gunung berapi Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, diduga masih dalam kondisi aktif.
Salah satu dari ratusan butir peluru itu sempat meledak karena terkena besi linggis yang dipakai untuk mengeruk tanah pada kedalaman sekitar satu meter.
"Sempat meledak pas gali tanah untuk kasih besar lubang WC, lalu ada satu peluru meledak pas dia (Pius) tikam linggis, tidak tahu padahal itu peluru. Syukur tidak hantam di geranat," tambah Frans Kaha.
Kasubsi PIDM Humas Polres Flores Timur, Iptu Anwar Sanusi mengatakan, setelah dihitung amunisi yang ditemukan sebanyak 393 butir peluru dan 16 granat, sehingga langsung diamankan.
"Hadir dalam pengamanan barang temuan tersebut, ada Danramil Boru Kapten Infantri Paulus Kedang Weking dan Kapolsek Titehena Ipda Fransiskus Ragalay," katanya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan personel Brimob Maumere untuk memeriksa amunisi dan bahan peledak tersebut.