Pemprov Lampung Gencarkan Program Hunian Hijau Masyarakat di Tiga Kabupaten
Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan program Hunian Hijau Masyarakat (H2M) di tiga kabupaten mulai tahun 2025, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan lingkungan dan ekonomi keluarga.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan mengembangkan program Hunian Hijau Masyarakat (H2M) di tiga kabupaten mulai tahun 2025. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam membangun lingkungan serta menguatkan ekonomi keluarga mereka.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjelaskan bahwa H2M akan menyasar kelompok wanita tani (KWT) di Kabupaten Mesuji, Tanggamus, dan Lampung Selatan. Khusus di Lampung Selatan, program ini akan menjangkau enam KWT yang tersebar di beberapa desa.
Program Hunian Hijau Masyarakat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari perumahan yang layak hingga lingkungan yang sehat. Selain itu, program ini juga berfokus pada penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi pekarangan rumah.
Mendorong Lingkungan Sehat dan Ekonomi Berkelanjutan
Program Hunian Hijau Masyarakat (H2M) merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Lampung untuk menciptakan perumahan yang sehat, hijau, aman, produktif, dan berkelanjutan. Program ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, didukung oleh infrastruktur lingkungan yang memadai.
Lampung masih menghadapi tantangan signifikan dalam pembangunan, seperti hunian yang belum tertata rapi dan lingkungan yang kurang sehat. Selain itu, banyak pekarangan rumah yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi.
Pekarangan rumah dapat menjadi ruang produksi, bahkan tabungan hidup jika dikelola dengan baik dan benar. Oleh karena itu, program Hunian Hijau Masyarakat ini diharapkan dapat mengatasi berbagai persoalan tersebut secara komprehensif.
Peran Krusial Kelompok Wanita Tani dalam H2M
Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi fokus utama dalam program Hunian Hijau Masyarakat karena peran penting perempuan dalam keluarga dan lingkungan. Wakil Gubernur Jihan Nurlela menekankan bahwa kaum perempuan memiliki ketelitian, kreativitas, dan ketangguhan yang luar biasa.
Kualitas tersebut sangat mampu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar. “Ketika perempuan mandiri, ekonomi rumah tangga ikut naik. Ketika perempuan peduli lingkungan, organisasi menjadi lebih sehat,” ujarnya.
Melalui program ini, KWT diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan perubahan positif di desa-desa. Partisipasi aktif mereka akan membawa dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Di Lampung Selatan, program ini akan menjangkau KWT dari Desa Marga Kaya, Sidodadi Asri, Banjar Agung, dan Marga Agung di Kecamatan Jati Agung. Selain itu, Desa Srikaton dan Desa Serdang di Kecamatan Tanjung Bintang juga termasuk dalam wilayah sasaran program H2M ini.
Pendekatan Lingkungan dan Ekonomi Mikro Program Hunian Hijau
Program Hunian Hijau Masyarakat menggunakan pendekatan lingkungan dan ekonomi mikro yang saling menguatkan untuk mencapai tujuannya. Lingkungan yang tertata dengan baik akan menekan risiko bencana melalui drainase yang memadai dan ruang hijau yang cukup.
Pengelolaan pekarangan yang benar juga membuat masyarakat lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai kondisi. Pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan, obat keluarga, hingga produk olahan diyakini mampu meningkatkan ketahanan pangan lokal.
Selain itu, hal ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama bagi anggota KWT. “Melalui hunian hijau masyarakat, bisa meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan partisipasi masyarakat, terutama untuk kelompok wanita tani, agar perempuan memiliki ruang yang lebih luas untuk berperan dalam pembangunan organisasi berkelanjutan,” kata Jihan Nurlela.
Wakil Gubernur berharap program ini dapat terus berkembang dan direplikasi di wilayah lain di Lampung. Tujuannya adalah mewujudkan Lampung yang semakin hijau, berdaya, dan sejahtera, dimulai dari desa dan peran aktif perempuan.
Sumber: AntaraNews