Pemprov Kalsel Dorong Mantri Tani Manfaatkan Aplikasi SPH-CAWI untuk Akurasi Data Pertanian
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel menggalakkan penggunaan Aplikasi SPH-CAWI bagi mantri tani dan penyuluh untuk transformasi digital, meningkatkan akurasi data hortikultura, dan mewujudkan satu data pertanian.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus menggalakkan upaya transformasi digital dalam pengelolaan data sektor pertanian. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi informasi yang sangat krusial bagi pengembangan pertanian di wilayah tersebut.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah mendorong mantri tani dan penyuluh di seluruh kabupaten/kota untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi Statistik Pertanian Hortikultura berbasis Computer-Assisted Web Interviewing (SPH-CAWI). Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi modern untuk pengumpulan data yang lebih terstruktur dan terintegrasi.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap proses pengumpulan data hortikultura yang selama ini masih dilakukan secara manual, yang dinilai kurang efektif dan berpotensi menimbulkan perbedaan data antar instansi. Dengan digitalisasi, diharapkan kendala-kendala tersebut dapat teratasi secara signifikan.
Transformasi Digital untuk Data Pertanian Akurat
Selama ini, pengumpulan data hortikultura di Kalimantan Selatan masih mengandalkan metode manual, yang seringkali menyebabkan proses menjadi kurang efektif dan rawan terhadap perbedaan data antar lembaga. Kondisi ini dapat menghambat pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam sektor pertanian.
Kehadiran Aplikasi SPH-CAWI menjadi langkah penting dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi data hortikultura, karena memungkinkan pengumpulan data secara daring berbasis web. “Dengan hadirnya aplikasi SPH-CAWI, kita berupaya melakukan pengumpulan data secara online berbasis web. Ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi data hortikultura,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Amir Salhan, di Banjarbaru pada Selasa (31/3).
Penerapan aplikasi ini juga bertujuan untuk mewujudkan prinsip satu data pertanian, di mana data yang digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga Kementerian Pertanian, akan seragam. Hal ini akan menghilangkan perbedaan data yang selama ini sering terjadi.
Penerapan Aplikasi SPH-CAWI dan Penguatan Kapasitas
Tahun 2026 telah ditetapkan sebagai momentum awal bagi penerapan Aplikasi SPH-CAWI secara lebih luas di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Untuk memastikan kelancaran implementasi, Pemprov Kalsel mengundang seluruh mantri tani dan penyuluh untuk mendapatkan pemahaman teknis yang mendalam.
Pelatihan ini mencakup tata cara penginputan data hortikultura secara online menggunakan aplikasi tersebut, sehingga para petugas di lapangan memiliki keterampilan yang memadai. Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, transisi dari sistem manual ke digital dapat berjalan mulus dan efektif.
Amir Salhan menambahkan bahwa ke depan, semua pihak akan menggunakan sumber data yang sama, sehingga tidak akan ada lagi perbedaan antara data statistik, dinas pertanian kabupaten/kota, maupun provinsi. Keseragaman data ini akan menjadi fondasi kuat untuk perencanaan dan evaluasi program pertanian yang lebih baik.
Pengembangan Hortikultura Strategis dan Tantangan Anggaran
Selain fokus pada penguatan sistem data, Pemprov Kalsel juga terus memberikan perhatian serius pada pengembangan sektor hortikultura. Prioritas diberikan pada komoditas strategis yang memiliki dampak signifikan terhadap inflasi daerah.
Komoditas tersebut meliputi bawang, cabai, tanaman hias, dan buah-buahan unggulan daerah. Pengembangan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani hortikultura di Kalimantan Selatan.
Meskipun demikian, Amir mengakui adanya tantangan efisiensi anggaran pada tahun 2025 hingga 2026 yang turut berdampak pada pengembangan sektor tersebut di tingkat kabupaten/kota. Namun, melalui pemanfaatan Aplikasi SPH-CAWI dan sinergi antar pemangku kepentingan, diharapkan pengelolaan data hortikultura di Kalimantan Selatan menjadi lebih akurat, terintegrasi, dan mampu mendukung pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
Sumber: AntaraNews