Pemprov Jatim dan Basarnas Pastikan Kesiapsiagaan SAR Khusus Jelang Idul Fitri 1447 H
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Basarnas tingkatkan kesiapsiagaan operasi SAR khusus menjelang Idul Fitri 1447 H, antisipasi lonjakan mobilitas dan potensi risiko kecelakaan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah memastikan kesiapsiagaan operasi search and rescue (SAR) khusus. Hal ini dilakukan menjelang periode Idul Fitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Jawa Timur.
Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama Lebaran. Peningkatan pergerakan warga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta berbagai keadaan darurat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kesiapsiagaan yang menyeluruh dan terkoordinasi antarinstansi. Peninjauan langsung ke lapangan juga dilakukan untuk memastikan semua elemen dalam kondisi maksimal.
Penguatan Koordinasi dan Kesiapan Operasional SAR
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara komprehensif. Kesiapan ini mencakup aspek personel, peralatan, dan sistem koordinasi antarlembaga.
“Kami memastikan seluruh elemen dalam kondisi siap siaga maksimal, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi, sehingga berbagai potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Khofifah. Pernyataan ini disampaikan saat mendampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Surabaya.
Dalam rangka memastikan kesiapan, Khofifah dan Syafii meninjau Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026. Posko ini berlokasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yang merupakan salah satu titik krusial mobilitas masyarakat.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja Kepala Basarnas untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode Idul Fitri.
Edukasi Kebencanaan dan Mitigasi Risiko
Gubernur Khofifah juga menyoroti bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berorientasi pada respons cepat saat insiden terjadi. Namun, juga mencakup langkah mitigasi dan edukasi berkelanjutan untuk meminimalkan dampak risiko.
Ia mendorong penguatan edukasi kebencanaan sejak dini, khususnya melalui integrasi dalam kurikulum pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana di kalangan pelajar.
“Edukasi kebencanaan sejak dini penting untuk membangun awareness yang kuat sehingga generasi muda memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana,” tegasnya. Khofifah mengusulkan agar Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, termasuk pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa.
Apresiasi atas Sinergi dalam Operasi Kemanusiaan
Di sela-sela kegiatan, Gubernur Khofifah menerima piagam penghargaan dari Basarnas. Penghargaan ini diberikan atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan.
Insiden tersebut terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, yang menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi tersebut sangat krusial dalam penanganan operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Jawa Timur.
Sumber: AntaraNews