MoU Kemendikdasmen dan Basarnas Perkuat Keselamatan Diri Masyarakat Tangguh Bencana
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menandatangani MoU untuk memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran keselamatan diri masyarakat Indonesia yang tangguh bencana.
Jakarta, 27 Februari 2026 – Sinergi lintas instansi dalam upaya membangun kesadaran keselamatan diri masyarakat Indonesia yang tangguh bencana semakin diperkuat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Jumat ini di Jakarta.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan edukasi keselamatan dan mitigasi bencana sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan. Mendikdasmen Mu’ti menegaskan bahwa momentum kerja sama ini sejalan dengan keinginan kementeriannya untuk memberikan pemahaman pentingnya keselamatan diri kepada para murid dan guru di berbagai satuan pendidikan.
Melalui kerja sama ini, diharapkan kemampuan Search and Rescue (SAR) dapat menjadi bagian integral dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, membekali generasi muda dengan keahlian vital. Inisiatif ini menandai komitmen serius pemerintah dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi risiko bencana yang tinggi di Indonesia.
Edukasi Keselamatan Diri di Lingkungan Pendidikan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program kementeriannya memiliki visi yang selaras dengan Basarnas. Fokus utama Kemendikdasmen adalah mendidik anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minat mereka di berbagai bidang, termasuk kemampuan Search and Rescue (SAR) yang sangat relevan untuk disinkronkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Kemampuan SAR ini juga dapat diselaraskan dengan program Pramuka, yang kini menjadi ekstrakurikuler wajib di semua sekolah. Mu'ti menekankan betapa pentingnya bagi anak-anak untuk memiliki keahlian menyelamatkan diri, baik saat terjadi banjir, kebakaran, maupun musibah lainnya, setidaknya mereka memahami dasar-dasarnya.
Mendikdasmen berharap pertemuan ini menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan untuk menyelamatkan masyarakat yang memerlukan pertolongan. Kerja sama ini juga merupakan upaya signifikan dalam mengembangkan kemampuan anak-anak Indonesia agar kelak dapat menjadi tim relawan Basarnas yang tangguh dan siap siaga di masa depan.
Sinergi Nasional untuk Ketahanan Bencana
Senada dengan pernyataan Mendikdasmen, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti menambahkan bahwa kementerian memiliki Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dapat diselaraskan dengan program Basarnas. Adanya SPAB menjadi fondasi kuat untuk mengimplementasikan program-program keselamatan di sekolah secara terstruktur dan efektif.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyoroti pentingnya sinergi antara kedua lembaga. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa, namun juga diiringi dengan risiko bencana yang tinggi, bahkan menempati peringkat kedua di dunia dalam hal potensi bencana.
Syafii juga menggarisbawahi amanah undang-undang yang menyatakan bahwa masyarakat yang tidak terdampak langsung bencana memiliki kewajiban untuk melakukan tindakan awal sembari menunggu petugas. Oleh karena itu, ia mendorong adanya pelatihan di level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui alat permainan edukatif (APE) yang selaras dengan ajaran dasar bahwa keselamatan adalah sesuatu yang mendasar.
Sumber: AntaraNews