Nekat Bakar Gerbong di Stasiun Tugu, Remaja Sakit Hati Diturunkan dari Kereta Api
M ditangkap tak lama setelah kebakaran terjadi. Ia diamankan di sekitar kawasan Malioboro oleh petugas kepolisian.
Seorang remaja berinisial M (17) asal Jakarta ditangkap polisi atas dugaan pembakaran tiga gerbong kereta api (KA) di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Kebakaran terjadi pada Rabu (12/3) pagi sekitar pukul 06.44 WIB.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes FX Endriadi, mengungkapkan bahwa aksi nekat M dipicu oleh rasa sakit hati. Pasalnya, ia beberapa kali diturunkan dari kereta karena tidak memiliki tiket.
"Dari keterangan yang bersangkutan, dia sakit hati dengan KAI. Yang bersangkutan pernah bermasalah dengan KAI sebanyak sembilan kali," kata Endriadi, Kamis (13/3).
Kronologi
M diketahui kerap naik kereta tanpa tiket pada 2023 dan 2024, sehingga beberapa kali diturunkan oleh petugas. Pernyataan ini diperkuat oleh keterangan sejumlah kepala stasiun yang membenarkan bahwa M sering tertangkap tanpa tiket dan diturunkan.
Endriadi menjelaskan bahwa M ditangkap tak lama setelah kebakaran terjadi. Ia diamankan di sekitar kawasan Malioboro oleh petugas kepolisian.
"Kita tangkap di daerah Malioboro sesaat setelah peristiwa kebakaran. Ada (bukti) CCTV, hasil Labfor berkesesuaian semua. Hasil keterangan dia juga," ungkapnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, M diduga menggunakan kertas kardus berwarna cokelat yang dibakar dengan korek api. Setelah api menyala, ia masuk ke dalam gerbong dan membakar bagian dalamnya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif dan latar belakang pelaku secara lebih mendalam.