Libur Maulid Nabi, Ternyata Ini Alasan Kepulauan Seribu Jadi Destinasi Favorit Warga Jakarta
Kepulauan Seribu kembali menjadi primadona liburan panjang akhir pekan. Ribuan wisatawan menyerbu destinasi ini, penasaran mengapa Kepulauan Seribu selalu jadi pilihan utama?
Kepulauan Seribu menjadi magnet bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati libur panjang akhir pekan. Destinasi ini kembali ramai dikunjungi, terutama bertepatan dengan libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW. Keindahan alam dan kemudahan akses menjadi daya tarik utama bagi para pelancong.
Tercatat, dalam dua hari terakhir libur panjang ini, total ada sekitar tujuh ribu wisatawan yang membanjiri Kepulauan Seribu. Angka ini menunjukkan popularitas yang konsisten dari gugusan pulau di utara Jakarta tersebut. Data ini disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Seribu.
Peningkatan jumlah pengunjung ini terjadi melalui berbagai dermaga yang menjadi pintu masuk utama. Wisatawan datang untuk menikmati beragam destinasi yang disuguhkan oleh Kepulauan Seribu. Kehadiran ribuan orang ini mengukuhkan posisi Kepulauan Seribu sebagai pilihan utama untuk rekreasi singkat.
Lonjakan Kunjungan Wisatawan di Kepulauan Seribu
Kepala Sudin Parekraf Kabupaten Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, mengungkapkan bahwa total tujuh ribu wisatawan tercatat masuk ke wilayah ini. "Dalam dua hari total ada tujuh ribu wisatawan yang tercatat masuk ke Kabupaten Kepulauan Seribu melalui sejumlah dermaga yang ada," ujarnya. Angka ini mencakup wisatawan mancanegara dan nusantara.
Pada hari Jumat (5/9), sebanyak 4.789 wisatawan tercatat mengunjungi Kepulauan Seribu. Mereka memanfaatkan momentum libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Pintu masuk utama meliputi Dermaga Marina Ancol (1.069 orang), Dermaga Muara Angke (2.884 orang), Dermaga Tanjung Pasir (762 orang), dan Dermaga Cituis (74 orang).
Sementara itu, pada hari Sabtu (6/9), jumlah wisatawan mencapai 3.106 orang. Kedatangan mereka juga tersebar melalui berbagai pintu masuk yang sama. Rinciannya adalah Dermaga Marina Ancol (488 orang), Muara Angke (1.938 orang), Tanjung Pasir (571 orang), dan Cituis (109 orang).
Data ini menunjukkan bahwa Dermaga Muara Angke menjadi jalur favorit bagi sebagian besar wisatawan. Lonjakan angka kunjungan ini menegaskan daya tarik Kepulauan Seribu sebagai destinasi liburan yang mudah dijangkau. Peningkatan ini juga berkontribusi pada geliat ekonomi lokal.
Faktor Penarik Wisatawan ke Kepulauan Seribu
Sonti Pangaribuan menjelaskan bahwa Kepulauan Seribu tetap menjadi pilihan utama wisatawan. Hal ini karena wilayah tersebut menawarkan berbagai destinasi menawan. "Ini menjadi pendukung yang membuat wisatawan kerap datang," katanya. Akses yang dekat dengan daratan Jakarta menjadi salah satu faktor kunci.
Selain kemudahan akses, keindahan alam yang disuguhkan oleh Kepulauan Seribu juga menjadi daya tarik yang kuat. Berbagai aktivitas menarik dapat dilakukan di pulau-pulau tersebut. Mulai dari snorkeling, diving, hingga sekadar bersantai di pantai. Pemandangan bawah laut yang memukau dan pantai berpasir putih menjadi magnet tersendiri.
Untuk mencapai Kepulauan Seribu, wisatawan memiliki beberapa opsi dermaga dengan tarif yang bervariasi. Melalui Dermaga Kali Adem, pengunjung dapat menggunakan kapal kayu dengan tarif sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu. Ada juga opsi kapal Dishub DKI Jakarta dengan tarif sekitar Rp44 ribu hingga Rp74 ribu.
Bagi yang menginginkan perjalanan lebih cepat dan nyaman, Dermaga Marina Ancol menjadi alternatif. Tarif untuk perjalanan dari Dermaga Marina Ancol berkisar antara Rp175 ribu hingga Rp300 ribu. "Sedangkan melalui Dermaga Marina Ancol tarifnya sekitar Rp175 ribu hingga Rp300 ribu," tambah Sonti. Pilihan transportasi ini memudahkan wisatawan.
Sumber: AntaraNews