Kontroversi Wasit Juandi: Barito Putera Protes Keras Kepemimpinan Wasit Usai Takluk dari Persela 0-1
PS Barito Putera melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit Juandi Hidayatullah setelah kalah 0-1 dari Persela Lamongan. Apa saja kejanggalan yang terjadi di lapangan dan mengapa protes wasit ini menjadi sorotan?
Martapura, Kalsel – PS Barito Putera melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit Juandi Hidayatullah usai pertandingan melawan Persela Lamongan FC. Protes ini muncul setelah Barito Putera menelan kekalahan tipis 0-1 di kandang sendiri pada pekan keenam Grup 2/Timur Championship. Laga tersebut berlangsung di Stadion Demang Lehman Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan pada Sabtu malam.
Asisten Pelatih PS Barito Putera, Isnan Ali, secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap kinerja wasit. Ia menilai wasit kurang tegas dalam mengambil keputusan penting yang merugikan timnya. Kekalahan ini menjadi sorotan utama, mengingat Barito Putera bermain di hadapan pendukungnya sendiri tanpa kehadiran pelatih kepala Stefano “Teco” Cugurra.
Insiden-insiden kontroversial sepanjang pertandingan, termasuk dugaan penguluran waktu oleh tim tamu dan pelanggaran keras yang tidak diganjar kartu, memicu emosi pemain. Isnan Ali menegaskan bahwa kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil telah memengaruhi jalannya pertandingan. Hal ini membuat Barito Putera gagal meraih poin penuh di kandang.
Kekalahan Pahit dan Kritik Terhadap Wasit Juandi
Asisten Pelatih PS Barito Putera, Isnan Ali, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan yang tidak sesuai harapan. Meskipun para pemain telah menunjukkan kerja keras sepanjang laga, Barito Putera harus mengakui keunggulan Persela Lamongan dengan skor 0-1. Isnan Ali menyoroti taktik penguluran waktu yang kerap dilakukan oleh tim tamu, Persela Lamongan.
Menurut Isnan Ali, taktik tersebut menyulitkan Barito Putera untuk mengontrol tensi permainan, sehingga pemain kerap terpancing emosi. "Wasit kurang tegas, ada beberapa pelanggaran berbahaya dari Persela yang sebenarnya fatal," ujar Isnan. Ia menambahkan bahwa wasit seharusnya dapat melindungi pemain dengan memberikan kartu kepada pemain yang melakukan pelanggaran kasar.
Namun, dalam pandangannya, wasit Juandi Hidayatullah tidak melakukan tindakan yang semestinya. Kepemimpinan wasit ini menjadi fokus utama kritik dari kubu Barito Putera. Mereka merasa dirugikan oleh keputusan-keputusan yang diambil sepanjang pertandingan yang krusial ini.
Momen Kontroversial dan Kartu Merah di Lapangan
Setelah menghadapi kesulitan di babak pertama, skuad Barito Putera mencoba memperbaiki strategi permainan di babak kedua. Namun, Isnan Ali kembali menyoroti keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya. Ia menyebutkan bahwa Barito Putera seharusnya mendapatkan hadiah penalti setelah pemain Persela melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-89 ketika pemain Persela FC, Esteban Vizcarra, mencoba mengulur waktu saat akan digantikan. Pemain Barito, Alexsandro, yang mendatangi Vizcarra dan memintanya berjalan lebih cepat, justru mendapat balasan sikutan tangan. Insiden ini langsung direspons oleh wasit dengan mengganjar Vizcarra kartu merah.
Meskipun Vizcarra diusir dari lapangan, insiden ini menambah daftar panjang kontroversi terkait kepemimpinan wasit Juandi. Barito Putera merasa bahwa banyak keputusan penting tidak berpihak kepada mereka. Hal ini secara signifikan memengaruhi peluang tim untuk membalikkan keadaan dalam pertandingan tersebut.
Reaksi Tim Lawan dan Pelajaran Berharga untuk Barito Putera
Isnan Ali menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain Barito Putera. Mereka harus mampu mengontrol emosi, terutama ketika lawan berulang kali memancing dengan gaya permainan tertentu. "Ini pelajaran berharga bagi kami. Karena kami punya target untuk kembali tampil di Liga 1 pada musim depan," kata Isnan.
Ia juga menekankan bahwa sepak bola bukan hanya soal taktik, melainkan juga perang psikologi dengan lawan. Barito Putera kini akan fokus pada pertandingan pekan depan melawan Persipura Jayapura di kandang lawan. Sementara itu, Pelatih Persela FC, Ragil Sudirman, mengaku bangga dengan kerja keras skuadnya yang mampu mengikuti instruksi. "Pemain mampu mengikuti instruksi saya," tutur Ragil.
Pemain Persela FC, Alberto Goncalves, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas tiga poin yang berhasil dicuri dari kandang Barito Putera. Barito Putera saat ini memimpin puncak klasemen sementara Liga 2 Grup Timur. "Saya sangat senang bisa menang. Meskipun Barito tim kuat, kami fokus kerja keras," ujar Beto, yang juga mantan pemain Timnas Indonesia. Ia menambahkan permohonan maaf jika ada insiden di lapangan yang memicu emosi.
Sumber: AntaraNews