Komunitas Madura di Malaysia Perkuat Keimanan dan Kebersamaan Selama Ramadhan 1447 H
Komunitas masyarakat Madura di Malaysia melalui MPPM aktif memperkuat keimanan dan kebersamaan selama Ramadhan 1447 H/2026 dengan berbagai program keagamaan dan sosial yang menarik.
Komunitas masyarakat Madura di Malaysia menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat keimanan dan kebersamaan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Inisiatif ini digagas oleh Majelis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) Malaysia. Kegiatan ini bertujuan menjaga spiritualitas dan solidaritas di kalangan perantau Madura di negeri jiran.
Berbagai program keagamaan telah disiapkan untuk mengisi bulan penuh berkah ini, mulai dari kuliah tujuh menit (kultum) hingga tadarus Al-Quran. Seluruh rangkaian aktivitas ini dipusatkan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan dirancang untuk melibatkan seluruh anggota komunitas. Ini menunjukkan upaya kolektif dalam memaknai bulan suci.
Menurut Sekretaris Jenderal MPPM, Abdul Kholik, Divisi Dakwah dan Pendidikan MPPM telah menyusun enam program utama. Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat spiritual dan mempererat tali persaudaraan di antara masyarakat Madura. Ini adalah bukti nyata komitmen MPPM dalam membina anggotanya.
Fokus Kegiatan Keagamaan MPPM Selama Ramadhan
Selama bulan Ramadhan, Divisi Dakwah dan Pendidikan MPPM mengimplementasikan enam program utama yang berfokus pada peningkatan spiritualitas. Salah satu kegiatan inti adalah kultum harian yang diselenggarakan menjelang waktu berbuka puasa. Tausiah singkat ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan masyarakat Madura di perantauan.
Selain kultum, Shalat Tarawih dan witir berjamaah juga rutin dilaksanakan setiap malam. Kegiatan shalat berjamaah ini diadakan di kantor MPPM dengan jadwal imam yang telah ditetapkan. Hal ini memberikan kesempatan bagi anggota komunitas untuk beribadah bersama dalam suasana kekeluargaan yang erat.
Komunitas masyarakat Madura di Malaysia juga aktif dalam program tadarus Al-Quran bersama. Mereka menargetkan dapat mengkhatamkan Al-Quran sebanyak dua kali selama bulan suci Ramadhan. Inisiatif ini mendorong anggota untuk lebih dekat dengan kitab suci dan mendalami ajaran agama Islam.
Mempererat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial Komunitas Madura
Selain kegiatan ibadah, MPPM juga menginisiasi berbagai acara yang mempererat silaturahmi dan kepedulian sosial di antara anggotanya. Salah satunya adalah buka puasa bersama yang juga menjadi momentum peringatan Nuzulul Quran. Abdul Kholik menyatakan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai Al-Quran.
Program lain yang tak kalah penting adalah halal bihalal yang diselenggarakan pasca-Ramadhan. Acara ini menjadi wadah bagi seluruh anggota komunitas untuk saling memaafkan dan mempererat ikatan persaudaraan setelah sebulan penuh berpuasa. Ini mencerminkan tradisi kebersamaan yang kuat dalam budaya Madura.
MPPM juga memiliki program santunan khusus Ramadhan yang ditujukan bagi anggota atau Warga Negara Indonesia (WNI) yang membutuhkan. Abdul Kholik menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan secara khusus selama bulan Ramadhan. Tujuan utama dari seluruh program ini adalah memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial masyarakat Madura di perantauan.
Sumber: AntaraNews