Ketika Langit Depok Menangis, Kantong Pak Yuda Justru Tersenyum Lebar
Yuda menuturkan bahwa ibunya sudah lama berjualan jas hujan, dan ia kini turut membantu menjaga lapak tersebut, terutama saat cuaca sedang tidak bersahabat.
Awan hitam yang belakangan ini rajin menggelayut di langit Depok mungkin menjadi momok bagi para pengendara motor. Namun, bagi Yuda (45), gemuruh petir adalah alunan musik pembuka rezeki.
Di lapak sederhananya di pinggir jalan, pria yang sehari-hari membantu ibunya berdagang ini menyambut musim hujan dengan senyuman, siap menyulap kepanikan pengendara menjadi pundi-pundi rupiah.
Biasanya, lapak Yuda dihiasi oleh aneka mainan anak yang berwarna-warni. Namun, saat musim penghujan tiba seperti sekarang, mainan-mainan itu harus rela berbagi panggung dengan komoditas yang jauh lebih dicari, yaitu jas hujan plastik.
Yuda menuturkan bahwa ibunya sudah lama berjualan jas hujan, dan ia kini turut membantu menjaga lapak tersebut, terutama saat cuaca sedang tidak bersahabat.
Berkah di Balik Kepanikan Pengendara
Pemandangan rutin terjadi setiap kali hujan deras mengguyur. Para pengendara motor yang tak siap basah kuyup akan menepi secara massal, mencari tempat berteduh sekaligus perlindungan. Di momen itulah, dagangan Yuda menjadi penyelamat.
"Pas lagi hujan turun tuh, kan pada nepi, ya sekalian beli," ujar Yuda menceritakan perilaku pelanggannya.
Barang yang paling laris manis bak kacang goreng adalah jas hujan plastik atau kresek. Alasannya sederhana, murah dan praktis. Yuda membanderol jas hujan model baju atasan seharga Rp10.000, sementara untuk setelan baju dan celana dijual Rp15.000. Ada juga ukuran jumbo yang dihargai Rp20.000 karena ukurannya yang lebih besar.
Keuntungan yang didapat pun lumayan untuk ukuran pedagang kaki lima. Dari modal sekitar Rp4.500 hingga Rp5.000 per potong, ia bisa menjualnya kembali dengan harga dua kali lipat.
Panen Raya Saat Hujan Turun
Perbedaan omzet antara musim kemarau dan musim hujan sangat terasa di kantong Yuda. Saat musim panas atau kemarau, penjualan jas hujan terbilang lesu, meski ia mengakui pasti ada saja" satu atau dua orang yang membeli. Namun, cerita berbeda terjadi saat hujan turun deras.
Dalam satu kali kejadian hujan saja, Yuda bisa menjual rata-rata 10 bungkus jas hujan. Jika dihitung kasar, omzet kotor yang bisa ia raup dalam hitungan jam saat hujan deras bisa mencapai seratus ribu rupiah, angka yang sulit didapat dari berjualan jas hujan di hari yang terik.
Bagi Yuda, hujan bukan sekadar air yang jatuh ke bumi, melainkan momentum 'panen' dadakan. Di tengah deru klakson dan cipratan air jalanan Depok, ia berdiri menawarkan solusi praktis bagi mereka yang ingin pulang tetap kering, sembari berharap dapur rumahnya tetap mengebul hangat.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie