Kenapa HUT TNI Diperingati Tanggal 5 Oktober? Begini Asal Usul Sejarahnya
Ada sejarah panjang di balik peringatan hari ulang tahun TNI dirayakan setiap tanggal 5 Oktober.
Tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peringatan ini berakar dari pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tahun 1945, yang menjadi cikal bakal TNI saat ini. Sejak saat itu, HUT TNI menjadi momen penting untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan.
Pembentukan TKR terjadi pada 5 Oktober 1945, ketika Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan maklumat yang menyatakan perlunya tentara kebangsaan. Situasi keamanan yang tidak stabil akibat kedatangan kembali tentara Sekutu mendorong pembentukan TKR. Tanggal ini menjadi tonggak awal bagi angkatan bersenjata nasional Indonesia.
Sejak tahun 1959, tanggal 5 Oktober ditetapkan sebagai HUT TNI melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Meskipun nama Tentara Nasional Indonesia diresmikan pada 3 Juni 1947, tanggal 5 Oktober tetap diperingati sebagai hari lahir TNI karena merupakan awal mula pembentukan angkatan bersenjata.
Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Pada 5 Oktober 1945, maklumat pembentukan TKR dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. TKR dibentuk untuk mengatasi situasi keamanan yang memburuk setelah Jepang menyerah. Sebelumnya, Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 22 Agustus 1945 hanya bertugas menjaga keamanan setempat.
TKR menjadi angkatan perang pertama yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan. Pembentukan TKR ini juga didorong oleh keinginan para pemuda pejuang untuk memiliki tentara nasional yang resmi. Maklumat ini diikuti oleh pengumuman pemerintah yang menyatakan pembentukan tentara kebangsaan di Jakarta.
Evolusi Nama Menuju TNI
Setelah pembentukan TKR, nama tersebut mengalami beberapa perubahan. Pada 7 Januari 1946, TKR diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Selanjutnya, pada 26 Januari 1946, nama tersebut kembali diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) untuk menyesuaikan dengan standar organisasi militer internasional.
Akhirnya, pada 3 Juni 1947, Presiden Soekarno meresmikan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meskipun nama TNI diresmikan pada tahun 1947, tanggal 5 Oktober tetap dipilih sebagai HUT TNI karena merupakan tonggak sejarah pembentukan angkatan bersenjata nasional.
Peran dan Tugas TNI
TNI lahir dari perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda. Selama Perang Kemerdekaan, TNI berperan sebagai tentara rakyat dan tentara revolusi. Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara dan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.
Setiap tahun, perayaan HUT TNI diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk upacara militer, parade, dan pameran alat utama sistem persenjataan. Tema perayaan berbeda setiap tahun, mencerminkan fokus dan prioritas TNI dalam menjaga kedaulatan negara.