KemenPPPA Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Desa Melalui Program Inovatif
Wakil Menteri KemenPPPA Veronica Tan menekankan pentingnya Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Desa dimulai dari tingkat terkecil, dengan fokus pada program perlindungan terpadu dan pemberdayaan ekonomi melalui kebun pangan komunitas yang berkela
Makassar, Sulawesi Selatan – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus berupaya menggalakkan program perlindungan dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan dan anak. Inisiatif ini secara khusus didorong untuk dimulai dari tingkat desa, memastikan jangkauan yang lebih luas dan inklusif di seluruh pelosok negeri.
Wakil Menteri KemenPPPA, Veronica Tan, menyatakan harapannya bahwa perlindungan terpadu bagi perempuan dan anak dapat berawal dari desa. Hal ini disampaikan Tan di Makassar pada Jumat, 27 Maret 2026, saat menguraikan strategi kementerian dalam merumuskan program-program pembangunan.
Melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), KemenPPPA bertekad untuk memastikan bahwa setiap program yang disusun benar-benar mencerminkan perspektif dan kebutuhan perempuan. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang lebih responsif dan tepat sasaran di tingkat akar rumput.
Perlindungan Terpadu Dimulai dari Desa
Veronica Tan menegaskan bahwa layanan perlindungan anak yang terintegrasi tidak seharusnya hanya terbatas pada tingkat kabupaten atau kota. Penting bagi layanan tersebut untuk hadir dan diakses secara mudah hingga ke pelosok desa, memastikan setiap kasus dapat ditangani dengan cepat dan efektif.
Menurutnya, para kepala desa memegang peranan krusial dalam mengubah paradigma bahwa keluarga dan perempuan harus dipandang sebagai subjek pembangunan. Perspektif ini akan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih mendukung dan melindungi bagi seluruh anggota komunitas.
Ketika terjadi kasus yang melibatkan perempuan atau anak, masyarakat seringkali langsung mendatangi unit layanan KemenPPPA di tingkat yang lebih tinggi. Dengan adanya layanan dan pemahaman yang kuat di tingkat desa, penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat, mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul.
Pemberdayaan Ekonomi Melalui Kebun Pangan Komunitas
Saat ini, banyak perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, sehingga pencatatan data mereka secara akurat menjadi sangat penting. Data yang valid akan memastikan bahwa program-program pemberdayaan ekonomi yang digulirkan dapat inklusif dan tepat sasaran, terutama dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga dan menekan angka stunting.
KemenPPPA berkeinginan untuk berkolaborasi melalui program kebun pangan komunitas yang dikelola oleh perempuan. Inisiatif ini sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden, sekaligus memberikan kesempatan ekonomi bagi perempuan di pedesaan.
Selain itu, Tan menyoroti potensi integrasi kebun pangan komunitas dengan peternakan unggas lokal. Program ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat keluarga dan desa.
Menerapkan Konsep Permakultur untuk Keberlanjutan
Program kebun pangan komunitas ini mengadopsi prinsip permakultur, sebuah sistem desain pertanian yang didasarkan pada pola dan karakteristik ekosistem alami. Pendekatan ini memastikan bahwa kegiatan pertanian tidak merusak alam atau lingkungan, melainkan menciptakan keseimbangan yang harmonis.
Dengan permakultur, masyarakat dapat menanam sayuran lokal di lahan yang tersedia, sementara keberadaan ternak dan ikan membantu memulihkan ekosistem melalui sistem nol limbah. Misalnya, pakan dan air dari kolam ikan dapat didaur ulang menjadi pupuk, menciptakan siklus yang berkelanjutan.
Siklus ini tidak hanya berfungsi sebagai platform kebun komunitas, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi keluarga. Melalui praktik langsung, anggota keluarga dapat belajar tentang pertanian berkelanjutan, pengelolaan sumber daya, dan pentingnya menjaga lingkungan untuk masa depan.
Sumber: AntaraNews