Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Desa, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi Perkuat Ketahanan Keluarga

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menegaskan Koperasi Merah Putih bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan instrumen strategis negara untuk memperkuat ketahanan keluarga dan perlindungan anak di desa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Desa, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi Perkuat Ketahanan Keluarga
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan peran krusial Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ketahanan keluarga dan pendorong ekonomi desa yang berkelanjutan. (AntaraNews)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menyatakan bahwa Koperasi Merah Putih memegang peran vital sebagai pilar ekonomi desa. Pernyataan ini disampaikan dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga di seluruh pelosok negeri.

Koperasi Kelurahan Merah Putih, menurut Menteri Arifatul Choiri Fauzi, tidak hanya berfungsi sebagai entitas ekonomi semata. Lebih dari itu, koperasi ini merupakan instrumen strategis negara dalam meningkatkan ketahanan keluarga, memperluas akses pendidikan, serta mendekatkan layanan perlindungan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menteri PPPA saat berdialog dengan masyarakat di Koperasi Kelurahan Merah Putih Balai Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (21/2). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat desa.

Peran Strategis Koperasi Merah Putih dalam Pembangunan Desa

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong partisipasi aktif keluarga dalam memanfaatkan beragam peluang ekonomi lokal. Inisiatif ini mencakup kegiatan menanam komoditas pangan di pekarangan rumah hingga mengembangkan usaha ternak skala kecil.

Menteri Arifatul Choiri Fauzi berharap hasil produksi masyarakat dapat diserap secara optimal oleh koperasi maupun unit usaha yang terintegrasi. Dengan demikian, ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan dapat tercipta di tingkat desa.

Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang tidak hanya meningkatkan pendapatan. Namun juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi keluarga, sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

Sinergi Penguatan Ekonomi dan Sosial Desa

Melalui sinergi penguatan ekonomi desa, pemerintah berupaya meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan preventif. Dukungan pengasuhan yang adaptif juga menjadi fokus utama untuk mewujudkan desa yang tangguh.

Tujuan utamanya adalah menciptakan desa yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara sosial. Hal ini penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, berkarakter kuat, dan memiliki daya saing tinggi.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Arifatul Choiri Fauzi juga meninjau Klinik UMKM Minang Bangkit. Klinik ini merupakan pusat layanan terpadu yang diinisiasi oleh pemerintah bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) untuk mempercepat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana di Sumatera Barat.

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Melalui UMKM

Klinik UMKM Minang Bangkit dirancang untuk menyediakan berbagai bentuk dukungan bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana. Layanan yang diberikan mencakup pendampingan usaha, akses pembiayaan, konsultasi manajemen, serta fasilitasi pemasaran dan produksi. Tujuannya agar usaha mereka tidak hanya pulih, tetapi juga naik kelas dan berkelanjutan.

Menteri Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak dapat dipisahkan dari agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Hal ini mengingat mayoritas pelaku usaha di tingkat desa adalah perempuan yang berperan sebagai penopang ekonomi keluarga.

Ketika usaha perempuan tumbuh dan pendapatan keluarga stabil, kualitas pengasuhan akan meningkat, pendidikan anak terjaga, dan risiko kerentanan sosial dapat ditekan. Oleh karena itu, Menteri PPPA mengarahkan agar Klinik UMKM Minang Bangkit juga berfungsi sebagai simpul informasi perlindungan perempuan dan anak.

Klinik ini diharapkan dapat menyosialisasikan Call Center SAPA129 secara aktif. Tujuannya adalah agar perempuan pelaku UMKM mengetahui alur pengaduan ketika menghadapi kekerasan atau persoalan hukum, memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang layak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi