Kemenkes Buka Suara Soal Kabar Vaksin HPV Bikin Mandul
Kemenkes menegaskan bahwa vaksin HPV aman digunakan.
Beredar informasi yang menyatakan bahwa vaksin Human Papiloma Virus (HPV) pada anak perempuan dapat menyebabkan kemandulan. Informasi ini membuat banyak perempuan ragu dan menolak untuk menerima vaksin HPV.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman menegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. "Itu hoaks lama," kata Aji dalam wawancaranya dengan Liputan6.com pada Selasa (26/8).
Aji menambahkan bahwa vaksin HPV adalah vaksin yang aman untuk digunakan. Meskipun ada kemungkinan muncul reaksi lokal dan umum setelah vaksinasi HPV, reaksi tersebut tidak bersifat serius.
Reaksi lokal yang mungkin terjadi meliputi kemerahan di area suntikan, pembengkakan, dan nyeri ringan. Gejala ini umumnya muncul dalam waktu satu hari setelah imunisasi dan dapat berlangsung hingga tiga hari. Selain itu, reaksi umum yang mungkin dialami adalah demam.
Tujuan Imunisasi HPV
Imunisasi HPV memiliki tujuan utama untuk mencegah kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi virus HPV. Keberhasilan program ini dapat mencapai 100% jika diberikan dua dosis kepada anak perempuan yang berusia antara 9 hingga 13 tahun.
Komitmen Indonesia dalam upaya pencegahan kanker serviks terlihat dengan dimasukkannya imunisasi HPV ke dalam program imunisasi nasional sejak tahun 2023. Saat ini, sudah ada 135 negara yang telah memasukkan imunisasi HPV dalam program imunisasi nasional mereka, termasuk negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
Imunisasi HPV diberikan dalam dua dosis kepada anak perempuan sebelum mereka menyelesaikan pendidikan di tingkat SD/MI atau yang setara. Proses pemberian imunisasi ini dilakukan setiap bulan Agustus dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di sekolah-sekolah.