Jokowi Tak Masalah Ada yang Mau Pisahkan Dirinya dengan Prabowo: Hubungan Kami Baik
Jokowi menegaskan hubungannya dengan Prabowo saat ini sangat solid.
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tak menampik adanya pihak yang berupaya memisahkan dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto. Mesti mengakui, Jokowi enggan menyebut nama.
"Yaaaa, iya," ujar Jokowi sambil tertawa saat ditemui wartawan di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Solo Senin (11/2).
Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu menegaskan hubungannya dengan Prabowo saat ini sangat solid. Antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak pernah berselisih paham.
"Sangat solid, sama sekali nggak pernah ada masalah," tandasnya.
Klaim Hubungan Baik dengan Prabowo Terjalin Lama
Jokowi juga tidak mempermasalahkan adanya pihak yang ingin menjauhkan dirinya dengan Presiden Prabowo. Menurut ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini, hubungannya dengan Prabowo sudah lama terjalin.
"Ya kan nggak apa-apa. Sekali lagi hubungan saya dan bapak Prabowo itu hubungan baik yang sudah lama terjalin," ungkapnya.
Meski mengakui dan merasakan, Jokowi menganggap biasa jika ada orang atau sejumlah pihak yang ingin menjauhkan dirinya dengan Prabowo.
"Ya biasa saja," katanya.
Prabowo Sebut Ada yang Mau Pisahkan Dirinya dengan Jokowi
Presiden Prabowo Subianto mengungkap, ada pihak yang ingin memisahkan dirinya dengan Jokowi. Prabowo menanggapi hal ini sebagai bahan bercandaan saja.
"Ada yang sekarang mau misah-misahkan saya sama Pak Jokowi. Lucu juga untuk bahan ketawa boleh," kata Prabowo di Kongres Muslimat Nahdlatul Ulama, Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2).
Prabowo meminta bangsa tidak ikut-ikutan memecah belah. Menurutnya, ini adalah cara dari pihak-pihak yang tidak menyukai Indonesia.
"Kita jangan ikut. Pecah belah pecah belah itu adalah kegiatan mereka-mereka yang tidak suka sama Indonesia," ujar Prabowo.
Prabowo menilai, taktik politik pecah belah, adu domba, atau divide et impera sudah terjadi sejak lama. Dia meminta hal ini tidak dihiraukan.
"Dari ratusan tahun devide et impera itu adalah taktik strategi untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia, enggak usah dihiraukan," pungkasnya.