Jenazah Prajurit TNI UNIFIL Tiba di Soetta, Disambut Upacara Penghormatan
Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon akan tiba di Bandara Soekarno Hatta sore ini. Simak detail kepulangan dan upacara penghormatan bagi para Jenazah Prajurit TNI UNIFIL yang telah berjuang.
Tiga jenazah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4) sore. Kepulangan para prajurit ini akan melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Kementerian Luar Negeri mengumumkan bahwa ketiga jenazah akan diterbangkan menggunakan pesawat Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056 dari Istanbul, Turki. Pesawat diperkirakan mendarat pada pukul 17.35 WIB, membawa pulang pahlawan bangsa.
Setibanya di Tanah Air, serangkaian upacara penyambutan dan persemayaman akan dilaksanakan di Bandara Soekarno Hatta. Ini merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit yang telah gugur dalam menjalankan tugas negara di misi perdamaian internasional.
Kronologi Gugurnya Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL
Tragedi yang menimpa pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia ini terjadi dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan. Kopda Farizal Rhomadhon menjadi korban pertama yang gugur pada Minggu (29/3).
Ia meninggal dunia akibat tembakan artileri yang mengenai posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Insiden ini menunjukkan risiko tinggi yang dihadapi para prajurit dalam menjaga perdamaian di wilayah konflik.
Keesokan harinya, pada Senin (30/3), Indonesia kembali kehilangan dua personel terbaiknya di UNIFIL. Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Muhammad Nur Ichwan gugur setelah konvoi pasukan yang mereka kawal diserang oleh pihak tak dikenal.
Kedua insiden ini menyoroti bahaya dan pengorbanan besar yang diemban oleh para prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB. Mereka berjuang demi stabilitas dan keamanan global, jauh dari tanah air.
Penghormatan Terakhir di Lebanon dan Prosesi Militer
Sebelum dipulangkan ke Indonesia, upacara penghormatan terakhir untuk ketiga prajurit telah dilaksanakan pada Kamis (2/4) di Lebanon. Upacara tersebut berlangsung di Hanggar Lebanese Air Force Beirut, dengan suasana haru dan khidmat.
Acara dipimpin langsung oleh Force Commander (FC)/Head of Mission UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, sebagai bentuk apresiasi tertinggi. Kehadiran beliau menunjukkan pengakuan internasional atas pengorbanan para prajurit.
Upacara memorial juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Lebanon beserta jajaran KBRI, Atase Pertahanan (Athan) RI di Kairo, dan perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York. Turut hadir pula unsur militer Lebanon dan kontingen internasional lainnya, menunjukkan solidaritas.
Prosesi upacara militer dilaksanakan secara lengkap, diawali dengan pembukaan dan penghantaran peti jenazah ke area upacara. Dilanjutkan dengan pembacaan riwayat singkat para pahlawan, doa, hingga penganugerahan medali kehormatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon (Lebanese Armed Forces/LAF) secara anumerta.
Kedatangan Jenazah dan Rencana Pemakaman di Tanah Air
Setelah upacara penghormatan di Lebanon, jenazah ketiga prajurit TNI UNIFIL kini dalam perjalanan menuju Indonesia. Kedatangan mereka di Bandara Soekarno Hatta akan menjadi momen haru bagi keluarga dan seluruh bangsa.
Usai upacara penyambutan di Bandara Soekarno Hatta, jenazah akan diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk disemayamkan. Ini adalah bagian dari rangkaian prosesi militer sebelum mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Jawa Barat. Serka (Anm) M. Nur Ichwan akan dikebumikan di TMP Giri Dharmaloyo II, Magelang, Jawa Tengah, sementara Kopda (Anm) Farizal Rhomadon akan dimakamkan di TMP Giripeni, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemakaman di Taman Makam Pahlawan merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara atas jasa dan pengorbanan mereka. Para prajurit ini akan selalu dikenang sebagai pahlawan yang gugur demi misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Sumber: AntaraNews