Cimahi, Jawa Barat, diselimuti duka mendalam menyusul kabar gugurnya Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar. Ia merupakan salah satu prajurit terbaik TNI yang gugur saat menjalankan tugas negara. Karangan bunga berjejer memenuhi kediamannya di Jalan Cikendal Nomor 40, Cimahi, pada Rabu, 1 April 2026.
Kapten Zulmi gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di perbatasan Lebanon dan Israel. Insiden tragis ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang memanas di wilayah tersebut. Ia adalah satu dari tiga prajurit TNI yang menjadi korban dalam misi perdamaian ini.
Pihak keluarga dan institusi TNI kini menantikan Kepulangan Peacekeeper Lebanon, jenazah Kapten Zulmi ke Tanah Air. Proses pemulangan jenazah dari Timur Tengah sedang diupayakan. Diharapkan jenazah dapat tiba dalam satu atau dua hari ke depan.
Advertisement
Advertisement
Sejak Rabu siang, suasana haru terasa kental di rumah duka yang berlokasi di RT 01 RW 04 Kelurahan Cipageran. Berbagai karangan bunga duka cita terus berdatangan. Mulai dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga satuan elit TNI, semua menyampaikan penghormatan terakhir bagi almarhum.
Kiriman bunga tersebut menjadi penanda duka cita mendalam atas kepergian Kapten Zulmi. Para kolega dan kerabat datang silih berganti melalui kurir sepeda motor. Mereka ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran karangan bunga ini mencerminkan betapa besar pengorbanan Kapten Zulmi. Ia telah mendedikasikan hidupnya untuk misi perdamaian dunia. Masyarakat dan institusi TNI sangat menghargai jasa-jasanya sebagai pahlawan negara.
Advertisement
Advertisement
Perwakilan keluarga almarhum, Risman Efendi, menyatakan bahwa keluarga masih siaga memantau informasi. Mereka terus menunggu kabar terbaru mengenai proses pemulangan jenazah. "Masih tetap menunggu dari komandan, update-nya sama seperti kemarin," ujar Risman.
Risman berharap jenazah Kapten Zulmi dapat segera tiba di Tanah Air. "Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini bisa tiba di Tanah Air," tambahnya. Meskipun jadwal detail belum diterima, otoritas terkait telah bertindak cepat.
Jenazah perwira pertama tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit di Lebanon segera setelah insiden terjadi. Berdasarkan koordinasi terakhir, rute pemulangan jenazah Kapten Zulmi telah ditetapkan. Jenazah akan menempuh perjalanan udara dari Lebanon menuju Jakarta.
Advertisement
Setelah tiba di Jakarta, jenazah akan langsung dibawa menuju rumah duka di Cimahi sebelum prosesi pemakaman militer. "Jalurnya dari Lebanon ke Jakarta dulu, Jakarta ke rumahnya, baru ke pemakaman," jelas Risman.
Advertisement
Kepergian Kapten Zulmi menyisakan duka mendalam bagi institusi TNI. Ia gugur akibat ledakan proyektil saat menjaga zona penyangga internasional. Posisi tersebut merupakan area vital bagi pasukan khusus PBB.
Kapten Zulmi adalah bagian dari misi UNIFIL yang bertujuan menjaga perdamaian. Misi ini sangat penting dalam menstabilkan kawasan perbatasan Lebanon dan Israel. Pengorbanannya menjadi bukti nyata dedikasi prajurit TNI dalam menjalankan tugas negara.
Hingga berita ini dilaporkan, kerabat, tetangga, dan perwakilan institusi TNI terus berdatangan. Mereka memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Semua menanti Kepulangan Peacekeeper Lebanon, pahlawan perdamaian ini ke pangkuan Bumi Pertiwi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews