Jenazah Aulia Belinda Dimakamkan Secara Adat Toraja, Ibunda Soroti Standar Keamanan Glodok Plaza
Ibunda Aulia, Ani Tandi Rapak menyoroti minimnya petunjuk evakuasi di Glodok Plaza saat insiden kebakaran berujung anaknya meninggal dunia.
Jenazah korban kebakaran Glodok Plaza, Aulia Belinda Kurapak telah dimakamkan secara adat di kampung halamannya Kelurahan Tongko Sarapu, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja, Minggu (26/1) kemarin. Ibunda Aulia, Ani Tandi Rapak menyoroti minimnya petunjuk evakuasi di Glodok Plaza saat insiden kebakaran berujung anaknya meninggal dunia.
Ani mengenang sosok Aulia yang ramah, periang, dan ceria di mata keluarga. Tak hanya itu, Aulia juga di mata temannya suka membantu dan menyelesaikan masalah.
"Kalau dari teman-temannya selalu bilang Aulia dia ini sosok yang ramah, selalu menciptakan suasana ceria saat mereka berkumpul bersama-sama. Mau menolong, dan selalu menjadi pembuka (membantu) jika ada masalah," ujar Ani kepada wartawan.
Soroti Keamanan Glodok Plaza
Lurah Bontoala Parang, Kota Makassar ini bersyukur jasad anaknya berhasil diidentifikasi. Ani menyampaikan terima kasih kepada tim Dissaster Victim Indetification (DVI) Polri.
"Saya sangat bersyukur, petugas tim DVI bisa membantu menemukan anak saya," kata Ani.
Meski ikhlas melepas kepergian Aulia, Ani menyoroti kejadian kebakaran di Glodok Plaza. Ani menilai Glodok Plaza tidak memiliki standar keamanan gedung, salah satu petunjuk evakuasi.
"Mungkin ini sudah ajal ya. Tapi di sana (Glodok Plaza) sangat minim petunjuk evakuasi," kata Ani.
Ani berharap kebakaran di Glodok Plaza yang menyebabkan korban jiwa tidak lagi terulang. Ani juga menyarakan agar semua ruang publik memiliki standar keamanan saat terjadi bencana.
"Harapan saya sebenarnya di semua ruang publik seharusnya ada standar keamanan," ucap Ani.
Hal senada disampaikan kakak Aulia, Riki Kurapak. Riki mengatakan seharusnya manajemen gedung lebih memperhatikan sisi keamanan saat terjadi bencana.
"Semoga tidak ada kejadian yang seperti menimpa kayak begini lagi, khususnya aktivitas yang ada di gedung. Kalau bisa dari sisi keselamatannya lebih diperhatikan lagi untuk menghindari hal-hal sepeti ini," tutur Riki.
Korban Hadiri Ulang Tahun di Glodok Plaza
Sebelumnya, Riki menceritakan kehadiran adiknya di Glodok Plaza untuk memenuhi undangan pesta ulang tahun temannya di salah satu rumah bernyanyi.
"Kebetulan ada ajakan dari salah satu temannya untuk datang ke sana, untuk acara ulang tahun. Memang sementara mereka di tempat karaoke, itu informasi yang kami dapatkan," kata Riki.
Meski jasad adiknya berhasil diidentifikasi, Riki mengatakan, keluarganya tidak mengetahui kondisi jenazah adiknya di dalam peti mati. Alasannya, pihak DVI Polri melarang keluarga untuk membuka peti mati.
"Jenazah adik kami tidak bisa lihat, karena dari tim DVI tidak kasih izin. Prosesnya adik dimasukkan ke peti juga tidak kami lihat," tutur Riki.
Riki mengaku identitas jasad adiknya terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencocokan Antemortem dan postmortem dari ibunya Ani Tandi Rapak.
"Itu kami kenali, karena waktu orang tua saya datang ke Jakarta langsung diambil DNA dengan data giginya kami bawa ke sana," ucap Riki.
Riki mengaku adiknya berkarir di Jakarta sejak 2017. Saat itu, Aulia bekerja sebagai pramugari Lion Air.
"Dari tahun 2017, semenjak dia bekerja menjadi pramugari itu adik sudah berdomisili di Jakarta," kata Riki.