Jelajah Ramadan Jakarta Selatan: Sudin Parekraf Kenalkan Masjid Bersejarah
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Selatan menggelar "Jelajah Ramadan di Selatan" untuk memperkenalkan destinasi wisata dan masjid bersejarah di wilayah tersebut.
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Selatan akan menggelar kegiatan "Jelajah Ramadan di Selatan" pada Sabtu, 14 Maret 2026. Acara ini bertujuan memperkenalkan berbagai destinasi wisata, khususnya masjid-masjid bersejarah yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan. Inisiatif ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat luas untuk lebih mengenal kekayaan budaya dan sejarah Ibu Kota.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk tur kawasan ini akan mengeksplorasi cerita sejarah, asal-usul, hingga perkembangan arsitektur dari setiap lokasi yang dikunjungi. Jonie Paulus Rumimper, Kepala Sudin Parekraf Jakarta Selatan, menyatakan bahwa program ini merupakan upaya pengenalan destinasi wisata yang kolaboratif.
Sebanyak sekitar 40 peserta dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum, komunitas, unsur pemerintah kota, dan media, akan berpartisipasi dalam jelajah ini. Mereka akan diajak mengunjungi sejumlah lokasi ikonik, memperkaya pengalaman Ramadan dengan nuansa sejarah dan budaya.
Mengenal Lebih Dekat Destinasi Religi Jakarta Selatan
Jelajah Ramadan di Selatan akan membawa peserta menelusuri tiga masjid bersejarah yang memiliki nilai penting di Jakarta Selatan. Destinasi pertama adalah Masjid Al Huriyyah di Pasar Minggu, sebuah tempat ibadah dengan sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan Islam di kawasan tersebut. Masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan perubahan sosial di sekitarnya.
Selanjutnya, peserta akan mengunjungi Masjid Al Kautsar yang terletak di kawasan LPPI Kemang. Masjid ini dikenal dengan arsitekturnya yang unik dan perannya dalam komunitas lokal. Terakhir, perjalanan akan berlanjut ke Masjid Al Karomah di Cipete, yang juga memiliki kisah dan karakteristik arsitektur menarik untuk dieksplorasi.
Meskipun konsepnya adalah walking tour untuk eksplorasi kawasan, mobilisasi antar lokasi tidak sepenuhnya dilakukan dengan berjalan kaki. Jonie menjelaskan bahwa sebagian perjalanan akan menggunakan bus, mengingat jarak antarlokasi yang cukup jauh. Hal ini memastikan kenyamanan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Agenda Lengkap dan Manfaat Kegiatan
Kegiatan "Jelajah Ramadan di Selatan" dijadwalkan berlangsung dari pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, dimulai dari halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan sebagai titik kumpul utama. Selain kunjungan ke masjid-masjid bersejarah, acara ini juga akan diisi dengan kegiatan buka puasa bersama.
Sesi makan malam dan jejaring (networking) juga menjadi bagian penting dari agenda ini, memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Diharapkan, melalui kegiatan ini, potensi destinasi wisata di Jakarta Selatan dapat lebih dikenal luas.
Promosi pariwisata daerah juga diharapkan meningkat melalui peran aktif media dan komunitas yang terlibat dalam acara ini. Kolaborasi antara Sudin Parekraf Jakarta Selatan dan komunitas SANA Kenal Kota menjadi kunci sukses dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Jakarta Selatan kepada khalayak ramai.
Sumber: AntaraNews