Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan (Sudin Parekraf Jaksel) mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayahnya. Mereka secara resmi menggandeng sejumlah pemengaruh atau influencer, penggiat media sosial, komunitas, serta perwakilan media cetak dan elektronik. Inisiatif ini berfokus pada pengenalan potensi wisata urban Blok M kepada khalayak luas.
Kegiatan promosi ini diwujudkan melalui sebuah "family trip" (famtrip) yang bertajuk “Strolling Around Blok M”, diselenggarakan pada Kamis, 25 September. Acara ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day yang jatuh pada tanggal 27 September 2025. Melalui famtrip ini, diharapkan informasi mengenai destinasi menarik di Jakarta Selatan dapat tersebar luas dan efektif.
Plt Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan, Muhammad Isa Sarnuri, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini. "Hari ini kita akan mengadakan 'family trip (famtrip)' untuk mengenalkan tujuan wisata di Kota Jakarta Selatan yang nantinya harapannya akan membantu mempromosikan destinasi yang ada di sini," ujarnya di Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
Advertisement
Advertisement
Strategi Promosi Wisata Urban Blok M Jelang Hari Pariwisata Sedunia
Dalam upaya memperkenalkan dan mempopulerkan wisata urban Blok M, Sudin Parekraf Jaksel mengimplementasikan strategi promosi yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan famtrip "Strolling Around Blok M" dirancang khusus untuk memperingati Hari Pariwisata Sedunia 2025, dengan fokus pada pengalaman langsung para peserta di destinasi-destinasi ikonik.
Muhammad Isa Sarnuri menegaskan pentingnya peran para pemengaruh dan media dalam menyebarkan informasi. "Sehingga masyarakat yang ada di luar Jakarta mau berkunjung ke Jakarta Selatan, karena ada banyak potensi-potensi wisata yang bisa dikembangkan lagi," tambahnya. Partisipasi mereka diharapkan dapat menciptakan efek viral dan meningkatkan daya tarik Blok M.
Total peserta yang terlibat dalam famtrip ini mencapai 75 orang, menunjukkan skala komitmen Sudin Parekraf Jaksel. Kelompok ini terdiri dari 50 penggiat media sosial, lima orang dari Komunitas Silang.id yang merupakan komunitas berkebutuhan khusus tuli, 20 orang dari Jackfluencer, serta perwakilan media cetak dan elektronik di lingkungan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan. Keberagaman peserta ini bertujuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Destinasi Ikonik di Blok M yang Dipromosikan
Famtrip “Strolling Around Blok M” mengajak para peserta untuk menjelajahi sejumlah destinasi yang merepresentasikan kekayaan dan modernitas Jakarta Selatan. Kunjungan dimulai dari Stasiun MRT Lebak Bulus, yang merupakan simbol transportasi modern dan bagian integral dari visi Jakarta sebagai Kota Global. Ini menunjukkan bagaimana infrastruktur modern juga dapat menjadi daya tarik wisata.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke beberapa titik strategis lainnya, termasuk Stasiun ASEAN, yang mencerminkan peran Jakarta dalam kancah internasional. Destinasi berikutnya adalah Masjid AL Azhar, sebuah ikon keagamaan dan arsitektur yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Kunjungan ini memberikan perspektif yang beragam tentang Blok M.
Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi M Blok Space, sebuah ruang kreatif yang populer di kalangan anak muda, serta Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, yang menawarkan suasana edukatif dan rekreasi. Terakhir, kawasan Blok M Hub juga menjadi bagian dari rute, melengkapi pengalaman wisata urban yang komprehensif. Diharapkan, melalui kunjungan ini, para peserta dapat mengabadikan dan membagikan keindahan serta keunikan setiap lokasi.
Advertisement
Advertisement
Jakarta Selatan, Magnet Wisatawan Nusantara Teratas
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan bahwa Jakarta Selatan memiliki daya tarik yang signifikan bagi wisatawan nusantara. Pada triwulan I tahun 2025, Jakarta Selatan tercatat sebagai kota di Jakarta yang paling sering dikunjungi wisatawan domestik, mengungguli wilayah Jakarta lainnya.
Angka kunjungan ke Jakarta Selatan mencapai 26,78 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara, atau setara dengan 6,20 juta perjalanan. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Jakarta Selatan dalam sektor pariwisata. Tingginya angka kunjungan ini menjadi motivasi kuat bagi Sudin Parekraf Jaksel untuk terus mengembangkan dan mempromosikan destinasi seperti wisata urban Blok M.
Sebagai perbandingan, wilayah Jakarta lainnya menduduki peringkat di bawah Jakarta Selatan dalam hal kunjungan wisatawan. Jakarta Pusat berada di posisi kedua dengan 20,68 persen (4,79 juta perjalanan), diikuti oleh Jakarta Timur (19,45 persen), Jakarta Barat (17,16 persen), Jakarta Utara (15,69 persen), dan Kepulauan Seribu (0,24 persen). Data ini semakin memperkuat posisi Jakarta Selatan sebagai pusat pariwisata utama di ibu kota.
Advertisement
Sumber: AntaraNews