Isi Pertemuan Dua Jam Jokowi dan Mahathir Mohamad di Solo
Usai perbincangan, Jokowi kembali satu mobil dengan Mahathir meninggalkan kediaman.
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Mahathir Mohamad menyambangi Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Solo, Rabu (26/2).
Mahathir dijemput langsung oleh Jokowi di Bandara Adi Soemarmo. Mereka tiba di kediaman Sumber pukul 11.51 WIB. Kedatangan Jokowi dan Mahathir disambut Iriana Joko Widodo di depan pintu gerbang.
Rombongan Mahathir sempat berbincang sejenak dengan Jokowi dan Iriana di ruang tamu sebelum beranjak menuju ruang makan. Mahathir mendapat jamuan istimewa berupa jajanan tradisional khas Solo dan iringan musik keroncong yang dimainkan secara live.
Pertemuan antara Mahathir dan Jokowi berlangsung sekitar dua jam. Usai perbincangan, Jokowi kembali satu mobil dengan Mahathir meninggalkan kediaman.
Menurut informasi, Jokowi akan mengajak Mahathir berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed dan Solo Safari.
Bahas Pembangunan
Kepada awak media, Mahatir menyampaikan kekagumannya atas pembangunan di Indonesia. Indonesia juga bisa mencukupi ke kebutuhan hampir 300 juta penduduknya hingga tidak kekurangan pangan.
"Kita berbincang sedikit musician. Kita bertemu kita berjumpa, berkenaan dengan pembangunan di Malaysia, di Indonesia. Saya nyatakan, saya kagum karena walaupun jumlah penduduk di Indonesia itu ramai. Hampir 300 juta tetapi soal makanan nasi cukup. Ini satu kejayaan yang boleh dibanggakan," ungkapnya.
Singgung Politik?
Saat disinggung apakah ada pesan khusus untuk Jokowi, Mahathir mengaku tidak ada. Ia juga mengatakan tidak ada pembicaraan politik dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Tak ada, tak ada, tak ada terkait politik," ungkapnya.
Sementara terkait kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, Mahathir mengatakan, perlu untuk ditingkatkan lagi. Menurutnya banyak ditemukan produk-produk Indonesia di Malaysia.
"Kita perlu tingkatkan kerja sama. Saya dapati banyak produk-produk dari Indonesia boleh diimpor ke Malaysia. Yang mana di waktu ini kita impor daripada negara lain. Sebaliknya negara jiran mempunyai kelebihan produksi yang boleh diimpor ke Malaysia," pungkasnya.