Gubernur Papua Barat Daya Ajak Warga Jaga Kelestarian Raja Ampat dengan Mooring System
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyerukan masyarakat untuk menjaga Kelestarian Raja Ampat, salah satunya melalui pemanfaatan mooring system guna melindungi terumbu karang yang memukau.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, baru-baru ini mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam di Raja Ampat, sebuah destinasi wisata bahari yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Seruan ini disampaikan menyusul peresmian pemasangan tambat labuh atau mooring system tahap kedua di Kabupaten Raja Ampat. Langkah ini diambil untuk menekan kerusakan terumbu karang akibat penggunaan jangkar kapal yang sembarangan.
Acara peresmian tersebut juga bertepatan dengan pelepasan hiu zebra (Stegostoma fasciatum) yang menjadi simbol komitmen konservasi di wilayah tersebut. Raja Ampat kini menjadi tujuan favorit wisatawan, sehingga perlindungan ekosistem lautnya menjadi prioritas utama.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Kambu menekankan bahwa sistem mooring ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dan para pemerhati lingkungan. Aset konservasi ini kini diserahkan kepada masyarakat setempat untuk dikelola dan dijaga keberlanjutannya demi masa depan.
Peran Penting Masyarakat dalam Konservasi Raja Ampat
Gubernur Elisa Kambu secara khusus menyoroti peran krusial masyarakat lokal dalam upaya pelestarian alam Raja Ampat. Menurutnya, warisan alam yang indah ini telah ada sejak nenek moyang dan menjadi tanggung jawab bersama warga setempat. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan kelestarian ekosistem bahari yang menakjubkan.
Selain itu, Kambu juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Raja Ampat. Peningkatan ini mencakup aspek konservasi serta pengembangan perekonomian lokal yang berkelanjutan. Tujuannya agar potensi besar wilayah ini dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa merusak lingkungan.
Kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan berbagai mitra konservasi juga ditekankan sebagai kunci keberhasilan. Sinergi ini diharapkan dapat menjamin kelestarian Raja Ampat agar keindahannya dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
Mooring System: Solusi Lindungi Terumbu Karang
Pemasangan mooring system atau tambat labuh menjadi salah satu solusi konkret untuk melindungi terumbu karang di Raja Ampat dari kerusakan. Sistem ini dirancang untuk digunakan oleh kapal-kapal wisata, sehingga mereka tidak perlu lagi menjatuhkan jangkar langsung ke dasar laut. Penggunaan jangkar yang tidak tepat seringkali menjadi penyebab utama kerusakan terumbu karang yang rapuh.
Sebanyak enam unit mooring baru telah dipasang dalam tahap kedua ini, melengkapi dua unit yang sudah terpasang pada tahun 2024 sebelumnya. Inisiatif pemasangan mooring ini mendapatkan dukungan penuh dari Konservasi Indonesia dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPT Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan praktik penangkapan ikan yang merusak, seperti penggunaan bom ikan, dapat diminimalisir. Gubernur Kambu mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas yang dapat mengancam kelestarian lingkungan sekitar. Ancaman terhadap ekosistem Raja Ampat harus dihindari demi keberlanjutan keindahan alamnya.
Sumber: AntaraNews