Gerebek istri selingkuh sama bupati, Aipda SH dobrak pintu rumah

Aipda SH bisa meredam emosinya dan memilih melapor ke Polsek Katingan Hilir usai menemukan sang istri FY berdua di kamar bersama Bupati Katingan, Yantenglie. Dia mendatangi sebuah rumah di kawasan Jalan Nangka, setelah mendapat informasi dari rekan kerja istrinya.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi- Reporter
Gerebek istri selingkuh sama bupati, Aipda SH dobrak pintu rumah
Ilustrasi perselingkuhan. ©2016 Merdeka.com

Aipda SH bisa meredam emosinya dan memilih melapor ke Polsek Katingan Hilir usai menemukan sang istri FY berdua di kamar bersama Bupati Katingan, Yantenglie. Dia mendatangi sebuah rumah di kawasan Jalan Nangka, setelah mendapat informasi dari rekan kerja istrinya.Keterangan diperoleh, Aipda SH yang pulang tugas dari Kabupaten Sampit, pulang ke rumahnya, dan tidak mendapatkan istrinya di rumah. Biasanya FY memang sedang dinas malam di sebuah rumah sakit, di kawasan Kasongan.Begitu tiba di rumah sakit itu, SH juga tidak menemukan istrinya. Seorang rekan kerja FY mengabarkan, istrinya kerap berada di sebuah rumah di kawasan Jalan Nangka. Berangkat dari informasi itu, SH bergegas mendatangi rumah itu dini hari tadi."Jadi, teman kerja istrinya Pak polisi itu bilang coba cek ke Jalan Nangka," ungkap warga Katingan, Safaruddin, kepada merdeka.com, Kamis (5/1) sore.Menggunakan roda dua, SH lantas mendatangi sebuah rumah yang disebutkan rekan kerja istrinya itu. Kaget bukan kepalang, dia melihat barang-barang milik istrinya, memang berada di rumah itu."Pintu terkunci karena waktu dini hari ya, mau Subuh. Akhirnya rumah itu didobrak, dicek dalam kamar. Ada istrinya tanpa baju," sebut Safaruddin."Ada seorang pria juga tanpa berbaju. Tapi ternyata itu bupati Katingan. Tidak tahu itu rumah siapa," ungkapnya.Polda Kalimantan Tengah membenarkan peristiwa itu. Dari Polres Katingan, kasus itu rencananya dilimpahkan ke Polda Kalimantan Tengah."Ya, yang bersangkutan bupati. Pasangannya istri dari anggota Polri, betul sekali. Kita masih tunggu ya kedatangannya ke Polda. Begitu di Polda, kita periksa, baru kita kasih keterangan lengkap," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah AKBP Pambudi Rahayu, ketika dikonfirmasi merdeka.com.

Rekomendasi