FOTO: Tradisi Ziarah Kubur Usai Shalat Idul Fitri
Usai salat Idulfitri 1447 Hijriah, warga memadati TPU Cibinong untuk berziarah dan mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal.
Usai salat Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, suasana berbeda terlihat di salah satu Tempat Pemakaman Umum di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bukan hanya sunyi, area pemakaman justru dipadati warga yang datang silih berganti bersama keluarga.
Langkah mereka terarah menuju pusara orang-orang tercinta. Di tangan, sebagian membawa bunga dan air, sementara yang lain membawa alat sederhana untuk membersihkan makam. Aktivitas pun berlangsung dalam suasana tenang. Rumput dirapikan, nisan dibersihkan, dan bunga ditaburkan dengan penuh kehati-hatian.
Di antara keramaian itu, suasana haru tak terelakkan. Sejumlah peziarah terlihat khusyuk memanjatkan doa, mengenang kebersamaan yang kini tinggal kenangan. Momen Idulfitri yang identik dengan kebahagiaan terasa berpadu dengan refleksi dan keheningan.
Bagi sebagian masyarakat, ziarah kubur bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai pengingat akan kehidupan setelah dunia, sekaligus bentuk doa bagi mereka yang telah lebih dahulu berpulang. Nilai spiritual menjadi bagian penting yang menyertai setiap langkah ziarah.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan keluarga. Di sela ziarah, anggota keluarga saling berbagi cerita dan kenangan, menghadirkan kembali sosok yang telah tiada dalam ingatan bersama.