Mahasiswa Indonesia berdiri di samping dekorasi Natal sepanjang 63 meter bermotif budaya Papua yang dibuat dengan bantuan AI dan dihiasi Tifa, perisai Asmat, serta ornamen tradisional di Universitas Petra Surabaya, Kamis (18/12/2025). (AFP/ Juni Kriswanto)
ADVERTISEMENT
Mahasiswa Indonesia berdiri di samping dekorasi Natal sepanjang 63 meter yang dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Universitas Petra, Surabaya, Kamis (18/12/2025). Instalasi dekorasi tersebut mengusung motif budaya Papua dan menjadi bagian dari perayaan Natal di lingkungan kampus.
Dekorasi ini menampilkan berbagai elemen budaya khas Papua, di antaranya 28 alat musik tradisional Tifa, empat perisai suku Asmat, tombak, tas anyaman tradisional yang dikenal dengan sebutan noken, manik-manik, serta sejumlah patung. Seluruh ornamen dirancang secara detail dengan memadukan teknologi AI dan nilai-nilai budaya lokal.
Mahasiswa Indonesia berpose di samping dekorasi Natal sepanjang 63 meter bermotif budaya Papua yang dibuat dengan bantuan AI dan dihiasi Tifa, perisai Asmat, serta ornamen tradisional di Universitas Petra Surabaya, Kamis (18/12/2025). AFP/ Juni KriswantoMahasiswa Indonesia berpose di samping dekorasi Natal sepanjang 63 meter bermotif budaya Papua yang dibuat dengan bantuan AI dan dihiasi Tifa, perisai Asmat, serta ornamen tradisional di Universitas Petra Surabaya, Kamis (18/12/2025). AFP/ Juni KriswantoMahasiswa Indonesia berdiri di samping dekorasi Natal sepanjang 63 meter bermotif budaya Papua yang dibuat dengan bantuan AI dan dihiasi Tifa, perisai Asmat, serta ornamen tradisional di Universitas Petra Surabaya, Kamis (18/12/2025). AFP/ Juni KriswantoDekorasi Natal sepanjang 63 meter bermotif budaya Papua yang dibuat dengan bantuan AI dan dihiasi Tifa, perisai Asmat, serta ornamen tradisional di Universitas Petra Surabaya, Kamis (18/12/2025). AFP/ Juni KriswantoMahasiswa Indonesia berpose di samping dekorasi Natal sepanjang 63 meter bermotif budaya Papua yang dibuat dengan bantuan AI dan dihiasi Tifa, perisai Asmat, serta ornamen tradisional di Universitas Petra Surabaya, Kamis (18/12/2025). AFP/ Juni Kriswanto
Pentas seni di Papua menjadi medium ampuh untuk merajut persatuan dan identitas bangsa. Temukan bagaimana pentas seni memperkokoh NKRI melalui keberagaman budaya lokal dan peran strategisnya.
UNP Kediri berinovasi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk AI Desain Batik Dermo, berkolaborasi dengan UTP Malaysia, demi mengangkat potensi warisan budaya lokal ke pasar regional ASEAN.
Inovasi PINTAR oleh siswa SMAN 10 Samarinda, Diego dan Jundi, memadukan AI untuk melestarikan batik Kalimantan. Kisah mereka menjadi cerminan keberhasilan program Sekolah Garuda yang mencetak talenta unggul.
Dari sekian banyak karya yang tampil, Batik Pakis Asia asal Tarakan, Kalimantan Utara, berhasil mencuri perhatian lewat motif khas yang menyimpan cerita budaya.