Fantastis! Harga Ayam Pelung Cianjur Bisa Tembus Puluhan Juta, Kontes Jadi Agenda Tahunan Pemkab
Pemkab Cianjur resmi jadikan kontes Ayam Pelung Cianjur sebagai agenda tahunan. Unggas lokal ini punya nilai ekonomi tinggi dan harga jual fantastis, menarik minat hingga mancanegara.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, telah mengukuhkan kontes ayam pelung sebagai agenda rutin tahunan. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke daerah tersebut sekaligus mempertegas keberadaan unggas ini sebagai ras ayam lokal unggul dari Cianjur.
Bupati Kabupaten Cianjur, Mohamad Wahyu Ferdian, pada Minggu (21/9) menyampaikan bahwa kontes ini diharapkan dapat menarik minat pencinta dan penghobi ayam pelung. Banyak komunitas pembudidaya ayam pelung kini tersebar di luar Cianjur, sehingga kontes ini menjadi cara untuk menegaskan Cianjur sebagai daerah asal pelung.
Kontes ayam pelung tahun ini, yang bertema Suara Alam Cup ke-20, memiliki keistimewaan tersendiri. Untuk pertama kalinya, acara bergengsi ini digelar di Pendopo Kabupaten Cianjur, menandai pengakuan resmi terhadap ayam pelung sebagai kebanggaan lokal yang telah mendunia.
Mempertegas Identitas Ras Ayam Lokal Unggul
Langkah Pemkab Cianjur menjadikan kontes ayam pelung sebagai agenda tahunan merupakan upaya strategis. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan ras ayam lokal, tetapi juga untuk memperkuat identitas Cianjur di mata nasional maupun internasional.
Bupati Mohamad Wahyu Ferdian menegaskan bahwa ayam pelung sebagai ras ayam lokal dari Cianjur harus menjadi kebanggaan. "Ayam pelung sebagai ras ayam lokal dari Cianjur dapat menjadi kebanggaan di dalam hingga luar negeri karena sudah banyak diternak-kan di luar Cianjur," ujarnya.
Kontes Suara Alam Cup ke-20 yang digelar di Pendopo Kabupaten Cianjur menjadi simbol pengakuan pemerintah daerah. Penyelenggaraan di lokasi bersejarah ini diharapkan dapat meningkatkan gengsi dan daya tarik kontes tersebut.
Nilai Ekonomi Tinggi dan Daya Tarik Global Ayam Pelung
Ayam pelung memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, terutama untuk ayam jantan dengan karakteristik tertentu. Harga jualnya bisa mencapai puluhan juta rupiah, menjadikannya komoditas unggas yang sangat diminati pasar.
Faktor utama yang menentukan harga fantastis ini adalah bobot ayam yang sesuai, suara kokok yang panjang, dan memiliki lagu yang khas. Kualitas-kualitas inilah yang membuat ayam pelung diminati berbagai kalangan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, termasuk Jepang.
Tingginya harga dan minat yang besar terhadap ayam pelung telah memberikan semangat baru bagi para peternak di beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur. Wilayah seperti Warungkondang, Gekbrong, dan Cugenang, kini semakin gencar mengembangbiakkan ayam pelung.
Upaya Pelestarian dan Promosi dari Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap, dengan digelarnya kontes ayam pelung secara rutin, perekonomian lokal dapat meningkat. Manfaat ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh para peternak di Cianjur, serta meningkatkan angka kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa kontes rutin ini dapat mendorong harga jual ayam pelung menjadi lebih mahal. Selain itu, kontes ini juga berfungsi untuk memperkenalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah asal ayam pelung.
Iwan Setiawan menjelaskan bahwa saat ini ayam pelung banyak dikembangkan di daerah lain seperti Garut, Bandung, bahkan hingga Jepang. Oleh karena itu, kontes tahunan ini menjadi penting untuk mempertegas bahwa ras ayam lokal asli Cianjur harus terus dilestarikan.
Untuk mempertegas identitas ayam pelung sebagai ras lokal asli Cianjur, DPKHP telah memberikan berbagai program dan bantuan. Bantuan ini ditujukan kepada kelompok peternak ayam pelung di sejumlah kecamatan, serta mengikutsertakan mereka dalam berbagai pameran dan lomba tingkat Jawa Barat dan nasional.
Sumber: AntaraNews