Fakta Unik 3 Sekolah Pertama: Roadshow Bunda Literasi Semarang Kobarkan Semangat Gemar Membaca Sejak Dini
Program Roadshow Bunda Literasi Semarang yang dipimpin Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti sukses kobarkan semangat gemar membaca, dimulai dari tiga sekolah. Bagaimana metode unik ini menarik perhatian anak-anak?
Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun semangat gemar membaca di kalangan masyarakat. Salah satu inisiatif terbaru yang mendapatkan sambutan positif adalah Program Roadshow Bunda Literasi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti, yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Kota Semarang.
Roadshow ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap membaca sejak dini, khususnya bagi para siswa usia dini hingga jenjang pendidikan dasar dan menengah. Program ini diawali dengan kunjungan ke tiga sekolah. Antusiasme anak-anak yang luar biasa menjadi indikator keberhasilan awal dari inisiatif literasi ini.
Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan kegembiraannya melihat animo tinggi dari para peserta. Kegiatan yang bertajuk "Semarang Bertutur" ini diharapkan membawa angin segar dalam upaya menggalakkan budaya membaca. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan inspiratif, program ini berupaya menciptakan pengalaman literasi yang berkesan bagi semua kalangan.
Metode Interaktif Dorong Minat Baca Anak
Program Roadshow Bunda Literasi Semarang memulai perjalanannya dari TK PGRI 74 Semarang, SD Negeri Srondol Kulon, dan SMP Negeri 27 Semarang. Di setiap lokasi, para siswa diberikan pengalaman literasi yang berbeda. Salah satu metode yang diterapkan adalah storytelling interaktif, menggunakan boneka tangan karakter hewan yang menarik perhatian anak-anak.
Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti secara langsung terlibat dalam sesi-sesi tersebut, berinteraksi dengan siswa melalui alat peraga dan diskusi. "Seru sekali (acaranya, red.). Ada 'story telling' interaktif dengan boneka tangan karakter hewan, memakai alat peraga lalu saya dan anak-anak membahas cepet-cepetan, sampai asyik ngobrol hanya dari sebuah gambar," ujarnya.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam membuat kegiatan membaca menjadi lebih hidup dan tidak membosankan. Melalui metode yang menyenangkan, anak-anak diajak untuk berpartisipasi aktif, mengeksplorasi imajinasi, dan memahami konsep-konsep baru dengan cara yang lebih mudah dicerna. Hal ini penting untuk menumbuhkan minat baca yang berkelanjutan.
Strategi Peningkatan Literasi Berkelanjutan
Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa Roadshow Bunda Literasi ini akan terus berlanjut sebagai langkah strategis. Tujuannya adalah menanamkan budaya gemar membaca secara mendalam. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus mencari formula yang tepat untuk meningkatkan minat baca, menyesuaikan metode dengan jenjang pendidikan yang berbeda.
"Ini masih mencari formatnya, semoga pada 'roadshow' selanjutnya sudah terbentuk. Prinsipnya anak-anak belajar memahami, dan tiap-tiap jenjang berbeda metodenya," jelasnya. Pendekatan yang disesuaikan ini mencerminkan pemahaman bahwa kebutuhan literasi berkembang seiring usia dan tingkat pendidikan.
- TK/PAUD: Fokus pada 'how to know', mengenalkan objek dan konsep dasar seperti hewan atau benda sekitar.
- SD: Bergeser ke 'how to do', mendorong penerapan pengetahuan dalam kegiatan praktis.
- SMP: Lebih mendalam dengan 'how to be', mengajak eksplorasi identitas dan kekayaan lokal, seperti budaya Kota Semarang.
Dengan semangat literasi yang terus dikobarkan, program Roadshow Bunda Literasi Semarang diharapkan mampu menanamkan kecintaan terhadap membaca sejak dini. Ini adalah langkah krusial dalam membangun budaya literasi yang hidup di lingkungan mana pun. "Saya ingin menumbuhkan generasi cerdas, kreatif, dan penuh imajinasi bagi anak-anak Kota Semarang," pungkas Agustina.
Sumber: AntaraNews