BRIN dan LPDP Perkuat SDM Riset Nasional melalui Program Doctor by Research 2026
BRIN dan LPDP kembali berkolaborasi meluncurkan Program Doctor by Research 2026, menargetkan 250 mahasiswa baru untuk memperkuat SDM riset dan inovasi Indonesia di bidang STEM.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali mengukuhkan kerja sama strategis. Keduanya meluncurkan Program Doctor by Research (DbR) untuk tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekosistem riset nasional dengan menyediakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi.
Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas SDM Indonesia di bidang riset dan inovasi. Pendidikan doktor berbasis penelitian ini terintegrasi langsung dengan kebutuhan pembangunan nasional. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menjelaskan bahwa program ini menargetkan 250 kuota mahasiswa baru. Prioritas diberikan pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Peluncuran program ini diumumkan di Jakarta pada Minggu, 15 Maret 2026.
Kolaborasi BRIN-LPDP untuk SDM Iptek Berkualitas
Ajeng Arum Sari menegaskan Program Doctor by Research ini berlandaskan penelitian dan kolaborasi yang erat. Sinergi antara periset BRIN sebagai co-supervisor dan dosen perguruan tinggi sebagai supervisor menjadi kunci utama. Mahasiswa tidak lagi bekerja sendiri, melainkan terintegrasi dalam kolaborasi penelitian yang komprehensif.
Kurikulum program ini sepenuhnya berbasis penelitian, tanpa adanya kelas reguler. Pendekatan ini memungkinkan para mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai proyek strategis nasional. Sejak dimulai pada tahun 2022, program ini telah memiliki 1.620 mahasiswa, baik yang sudah lulus maupun yang sedang menjalani studi.
Urgensi peningkatan kualitas SDM iptek sangat ditekankan oleh pemerintah. Pemerintah menargetkan rasio 5.000 SDM iptek per satu juta penduduk pada tahun 2045. Dari jumlah tersebut, 30 persen diharapkan berkualifikasi S3. Program DbR menjadi salah satu instrumen penting untuk mencapai target ambisius ini.
Pendanaan Riset dan Jaminan Karier Lulusan Program Doctor by Research
Peserta Program Doctor by Research mendapatkan dukungan pendanaan riset yang memadai. Hal ini memungkinkan mereka untuk fokus sepenuhnya pada penelitian yang dijalankan. Pendanaan tersebut berasal dari berbagai program riset yang dikelola BRIN.
Selain itu, skema pendanaan riset nasional lainnya juga turut mendukung. Ajeng Arum Sari menjelaskan bahwa co-promotor atau co-supervisor dari BRIN bertanggung jawab menyediakan pendanaan riset. Sumber dana bisa dari rumah program BRIN, pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), atau skema lainnya.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menambahkan penguatan dari sisi filosofi pendanaan. LPDP telah meninggalkan pola kerja sektoral sejak 2021. Mereka memilih bersinergi erat dengan BRIN untuk menghindari duplikasi program. Pendekatan co-funding menjadi solusi cerdas agar dana abadi pendidikan menjangkau lebih banyak talenta.
Dwi Larso meyakini bahwa Indonesia tidak akan maju tanpa industri yang kuat. Industri juga tidak akan kuat tanpa riset yang mendalam. Oleh karena itu, LPDP mendukung penuh Program Doctor by Research ini. BRIN juga menjamin keberlanjutan karier lulusan melalui program Post-Doctoral selama dua tahun.
- Informasi lebih lanjut mengenai detail Program Doctor by Research dapat diakses melalui tautan: https://lpdp.kemenkeu.go.id/en/beasiswa/beasiswa-kerjasama-khusus/beasiswabrindoctorbyresearch/.
- Informasi terkait topik riset tersedia pada tautan: https://s.brin.go.id/l/TopikRisetdanCoPromDbR2026.
Sumber: AntaraNews