BNPB: Jumlah Pengungsi Banjir Sumatra Berkurang, Operasi SAR Terus Berlanjut
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi banjir Sumatra di tiga provinsi terdampak telah berkurang signifikan per Sabtu (20/12), meskipun korban jiwa dan orang hilang masih bertambah.
Banda Aceh, 20 Desember – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan adanya penurunan signifikan jumlah pengungsi akibat bencana banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra. Pengurangan ini terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seiring dengan upaya penanganan pasca-bencana.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa per Sabtu (20/12), total pengungsi tercatat sebanyak 510.528 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebanyak 16.340 jiwa dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 526.868 jiwa.
Penurunan jumlah pengungsi banjir Sumatra ini disebabkan oleh kembalinya sebagian warga ke rumah masing-masing. Selain itu, ada juga pengungsi yang memilih untuk menumpang di kediaman kerabat mereka, menandakan adanya pemulihan bertahap di area terdampak.
Data Penurunan Pengungsi di Tiga Provinsi Terdampak
Provinsi Aceh mencatat jumlah pengungsi terbanyak dengan 483.691 jiwa per Sabtu (20/12). Angka ini menurun sebanyak 14.491 jiwa dari total 498.182 jiwa pada hari sebelumnya. Titik pengungsian di Aceh tersebar di 12 kabupaten dan kota yang terkena dampak banjir.
Di Provinsi Sumatera Utara, jumlah pengungsi mencapai 17.759 jiwa, berkurang 1.849 jiwa dari 19.608 jiwa sehari sebelumnya. Pengungsi di Sumatera Utara tersebar di enam kabupaten dan kota.
Sementara itu, Provinsi Sumatera Barat melaporkan 9.078 jiwa pengungsi, jumlah ini tidak berubah dari hari sebelumnya. Titik pengungsian di Sumatera Barat tersebar di delapan kabupaten dan kota, menunjukkan stabilitas dalam jumlah pengungsi di wilayah tersebut.
Penambahan Korban Jiwa dan Operasi SAR Terus Berlanjut
Meskipun jumlah pengungsi banjir Sumatra berkurang, data korban meninggal dunia akibat bencana ini terus bertambah. Abdul Muhari menyebutkan bahwa hingga Sabtu (20/12), total korban meninggal mencapai 1.090 jiwa, meningkat 19 jiwa dari 1.071 jiwa sehari sebelumnya.
Penemuan 19 jenazah baru terdiri dari satu jenazah di Sumatera Utara, satu jenazah di Sumatera Barat, dan 17 jenazah di Provinsi Aceh. Sebagian besar jenazah di Aceh ditemukan di Kabupaten Aceh Utara, mengindikasikan dampak parah di wilayah tersebut.
Selain itu, jumlah orang hilang juga bertambah satu laporan menjadi 186 jiwa pada Sabtu (20/12). Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus berlangsung secara intensif di beberapa wilayah terdampak untuk menemukan korban hilang.
Operasi SAR di Aceh meliputi enam kabupaten, yakni Bener Meriah dengan 14 laporan orang hilang, Aceh Utara enam orang, Aceh Tengah empat laporan orang hilang, serta Bireuen dan Nagan Raya masing-masing tiga laporan. Operasi SAR juga dilakukan di Aceh Tamiang, wilayah terdampak parah bencana banjir.
Sedangkan operasi SAR di Provinsi Sumatera Utara dilakukan di empat sektor, terdiri Tapanuli Tengah dua sektor dengan laporan 38 hilang. Tapanuli Selatan satu sektor dengan laporan 30 hilang, serta Kota Sibolga satu sektor dengan laporan satu hilang. Sementara, di Sumatera Barat ada lima sektor operasi SAR, yakni di Kabupaten Agam dua sektor dengan laporan sebanyak 49 hilang, Kota Padang Panjang satu sektor dengan laporan 28 hilang, serta Kabupaten Tanah Datar satu sektor.
Distribusi Logistik Bantuan Kemanusiaan Intensif
BNPB juga terus mengintensifkan distribusi logistik bantuan kebencanaan kepada para korban. Bantuan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi banjir Sumatra yang masih berada di lokasi penampungan.
Di Aceh, pada Sabtu (20/12), distribusi logistik dilakukan melalui 16 sorti via udara dengan berat total 22,6 ton. Selain itu, satu sorti via darat juga diberangkatkan dengan berat 3,29 ton.
Secara keseluruhan, total bantuan logistik yang telah diberangkatkan ke Aceh pada hari tersebut mencapai 25,88 ton. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews