Data Terkini BNPB: 1.016 Jiwa Meninggal Dunia dan 212 Hilang di Bencana Banjir Sumatra

Angka ini merupakan akumulasi data hingga tanggal tersebut, dengan rincian 424 orang di Aceh, 349 orang di Sumatera Utara, dan 243 orang di Sumatera Barat.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
Data Terkini BNPB: 1.016 Jiwa Meninggal Dunia dan 212 Hilang di Bencana Banjir Sumatra
Sementara, di Sumatera Barat, dampak bencana tercatat lebih meluas hingga mencakup 13--14 kabupaten/kota. Tampak dalam foto, rumah-rumah terlihat rusak setelah banjir melanda Malalak, Sumate (© 2025 Liputan6.com)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, korban jiwa akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 1.016 jiwa per Minggu, 14 Desember 2025.

Angka ini merupakan akumulasi data hingga tanggal tersebut, dengan rincian 424 orang di Aceh, 349 orang di Sumatra Utara, dan 243 orang di Sumatra Barat.

“Meninggal dunia 1.016 jiwa, 212 hilang dan 624.670 pengungsi. Pengungsi berkurang 29.972,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Minggu (14/12/2025).

Muhari menyebut, jumlah pengungsi menurun sebab banyak pengungsi terutama di Aceh Utara, yang pindah mengungsi dari posko ke rumah kerabat.

“Pindah ke rumah saudara atau kerabat yang rumahnya tidak parah. Namun, kebutuhan makan belum terpenuhi sehingga masih kami sebut pengungsi,” ungkapnya.

Selain itu, Muhari menyebut operasi SAR masih berlangsung, di Sumatra Utara 5 sektor, Sumatra Barat 5 sektor dan Aceh 4 Sektor.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah menyiapkan lahan dan mengalokasikan anggaran untuk hunian tetap korban terdampak banjir di Sumatra.

Sembari menunggu pembangunan, pemerintah akan menyediakan hunian sementara agar para korban banjir tidak terlalu lama tinggal di posko pengungsian.

"Ada nanti hunian sementara, kemudian hunian tetap yang sudah kita siapkan, sudah kita rencanakan, sudah kita alokasi anggarannya. Tapi butuh waktu," kata Prabowo saat meninjau Posko Pengungsian Masjid Besar Al Abrar, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat 12 Desember 2025.

Prabowo pun meminta korban terdampak banjir untuk sabar sebab dirinya tak dapat menyelesaikan pembangunan pasca bencana dengan waktu singkat. Namun, dia berjanji pemerintah bekerja keras untuk memulihkan daerah-daerah terdampak banjir sehingga masyarakat dapat hidup normal kembali.

"Jadi kami mohon kesabaran, saya tidak bisa mengerjakan semua begitu cepat. Ini kita sudah bekerja dengan sebaik-baiknya," kata dia.

Dia juga meminta korban terdampak bencana banjir untuk tenang dan tak khawatir. Prabowo memastikan pemerintah akan membantu dan tidak membiarkan korban sendirian dalam menghadapi kesulitan ini.

"Saya minta ketabahan dan kesabaran semuanya. Pasti kita akan bantu. Tenang saja," tutur Prabowo.

Rekomendasi