SPPG di Bener Meriah Salurkan Ratusan Porsi Makanan Bergizi Gratis untuk Pengungsi

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Ayu 2 di Bener Meriah, Aceh, sigap menyalurkan 700 porsi Makanan Bergizi Gratis bagi pengungsi korban banjir dan longsor, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SPPG di Bener Meriah Salurkan Ratusan Porsi Makanan Bergizi Gratis untuk Pengungsi
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Ayu 2 di Bener Meriah aktif salurkan makanan pengungsi banjir dan longsor di Aceh, bantu penuhi kebutuhan gizi dan gerakkan ekonomi lokal. (AntaraNews)

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Ayu 2 di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, telah mengambil langkah cepat dalam menyalurkan bantuan. Mereka mendistribusikan 700 porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada para pengungsi. Bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di sekitar lokasi SPPG.

Kepala SPPG Mekar Ayu 2, Gianfranca Geraldo Hendri KR, menjelaskan bahwa pengalihan penyaluran MBG ini merupakan respons terhadap kondisi wilayah. Area tersebut belum sepenuhnya pulih pascabencana, sehingga prioritas dialihkan ke posko pengungsian. Distribusi ini menunjukkan komitmen SPPG dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Awalnya, program MBG ditujukan untuk peserta didik, namun kini fokusnya beralih ke posko pengungsian di Timang Gajah. Penyesuaian jumlah porsi MBG yang disiapkan setiap hari disesuaikan dengan akses jalan dan ketersediaan bahan pangan. Hal ini memastikan bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan efisien kepada mereka yang paling membutuhkan.

Respons Cepat SPPG Mekar Ayu 2 di Tengah Bencana

Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh telah menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat. SPPG Mekar Ayu 2 di Bener Meriah segera merespons situasi darurat ini dengan mengubah prioritas penyaluran bantuan. Mereka memastikan makanan bergizi gratis tetap sampai ke tangan para pengungsi yang paling membutuhkan.

Gianfranca Geraldo Hendri KR, Kepala SPPG Mekar Ayu 2, menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). BGN adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024, bertanggung jawab atas pelaksanaan pemenuhan gizi nasional. "Awalnya, MBG didistribusikan kepada peserta didik, namun melihat kondisi saat ini, BGN mengarahkan penyaluran ke posko-posko pengungsian di Timang Gajah," ujarnya. Hal ini menunjukkan fleksibilitas program dalam menghadapi kondisi darurat.

Pada Selasa (30/12), SPPG Mekar Ayu 2 berhasil menyalurkan 700 porsi nasi dengan menu ikan tuna ke Posko Tunyang. Sebelumnya, mereka juga mendistribusikan 500 porsi ke Kampung Cekal Baru. SPPG ini telah beroperasi sejak 19 Desember 2025, menunjukkan konsistensi dalam upaya bantuan.

Selain itu, SPPG Mekar Ayu 2 juga telah menyalurkan MBG ke berbagai kampung terdampak lainnya. Wilayah tersebut meliputi Lampahan Timur, Lampahan Induk, Pantan Kemuning di Kampung Tunyang, serta Kampung Cekal Baru. Upaya ini mencakup area yang luas untuk memastikan bantuan merata.

Menggerakkan Ekonomi Lokal di Tengah Keterbatasan

Meskipun akses jalan belum sepenuhnya pulih pascabencana, SPPG Mekar Ayu 2 tetap berkomitmen menyediakan makanan layak dan higienis. Mereka optimistis dapat meningkatkan jumlah porsi yang disediakan seiring membaiknya kondisi infrastruktur. "Seiring akses yang mulai membaik, kami optimistis ke depan bisa menyediakan porsi yang lebih banyak," kata Gianfranca.

Inisiatif SPPG di Bener Meriah tidak hanya terbatas pada penyediaan pangan. Mereka juga aktif menggerakkan roda perekonomian lokal dengan melibatkan pelaku UMKM dan pedagang pasar setempat. Bahan baku dapur seperti beras, sayur, dan kebutuhan pokok lainnya dipenuhi dari pasar serta usaha lokal.

Pendekatan ini menciptakan perputaran ekonomi yang positif di tengah situasi darurat. Gianfranca menjelaskan, "Sasaran belanja kami adalah pasar dan UMKM sekitar. Prinsipnya, dapur ini tidak hanya memberi makan, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat setempat." Hal ini menunjukkan dampak ganda dari program bantuan.

Keterlibatan UMKM dan pedagang lokal ini memastikan bahwa bantuan tidak hanya bersifat konsumtif. Namun, juga memberdayakan komunitas dan menjaga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput. Ini adalah model bantuan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi