AYIMUN Al-Muhajirien MUN: 200 Siswa Jabodetabek Asah Diplomasi untuk Isu Global
Ratusan delegasi dari 61 sekolah di Jabodetabek berpartisipasi dalam AYIMUN Al-Muhajirien MUN, sebuah simulasi PBB yang mengasah kemampuan diplomasi dan kepemimpinan dalam menghadapi isu-isu global.
Sebanyak 200 delegasi dari 61 sekolah di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Presents Al-Muhajirien MUN. Acara prestisius ini diselenggarakan di Bekasi, Jawa Barat, pada tanggal 11-12 April 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara International Global Network (IGN) dan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai. Turut hadir dalam pembukaan acara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.
Model United Nations (MUN) lebih dari sekadar simulasi, melainkan sebuah pengalaman belajar transformatif yang penting. Melalui MUN, para pelajar dihadapkan pada isu-isu global yang kompleks dan perspektif yang beragam.
Mengasah Kemampuan Diplomasi dan Kepemimpinan Global
President IGN, Muhammad Fahrizal, menekankan bahwa MUN adalah wadah efektif untuk memahami diplomasi dunia nyata. Partisipasi dalam program seperti AYIMUN menunjukkan inisiatif, kesadaran global, pemikiran kritis, dan keterampilan komunikasi yang kuat.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif besar Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, yakni Al-Muhajirien Global Initiative for Leadership Excellence (AGILE). Ketua Yayasan, H. M. Syafiudin, menjelaskan bahwa AGILE merupakan bagian dari program Global Perspectives.
Asesmen akhir dari program ini adalah partisipasi dalam Al-Muhajirien MUN, yang berfungsi sebagai wadah nyata untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari. Hal ini membuktikan komitmen dalam mengembangkan potensi kepemimpinan generasi muda.
Dukungan Pemerintah untuk Generasi Emas 2045
Mendikdasmen Abdul Mu'ti secara langsung memberikan dukungan penuh terhadap International Global Network. Beliau mengapresiasi upaya penguatan kapasitas generasi muda melalui kegiatan seperti MUN.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga membagikan pengalaman pribadinya tentang kekuatan mimpi dan memberikan motivasi. Beliau mendorong seluruh delegasi untuk tidak takut bermimpi tinggi demi masa depan yang cerah.
Program ini selaras dengan misi Presiden Prabowo untuk membangun generasi Indonesia yang tangguh melalui kompetisi sehat di berbagai bidang, sebagai persiapan menuju Generasi Emas 2045. Visi ini juga sejalan dengan kebijakan Mendikdasmen mengenai Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Topik Diskusi dan Moderator Internasional
Al-Muhajirien MUN kali ini menghadirkan dua council penting untuk dibahas oleh para delegasi. Setiap council memiliki topik spesifik yang relevan dengan isu-isu global kontemporer.
Dua council tersebut adalah:
- United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan topik “Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Online Spaces for Students”.
- World Health Organization (WHO) dengan topik “Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation”.
Setiap sesi diskusi dipandu oleh moderator atau chairs yang berpengalaman untuk memastikan jalannya diskusi berjalan interaktif dan produktif. Beberapa chairs yang hadir antara lain Fatima Massa dari Spanyol, Zara Pang dari Malaysia, serta Paris Crishen Liu dan Hino Samuel Jose dari Indonesia.
Sumber: AntaraNews