Aksi OTK Terekam CCTV, Kantor Perumda Parkir dan Dishub Makassar Jadi Sasaran
Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Ajun Komisaris Hamka mengatakan masih melakukan penyelidikan.
Kantor Perusahaan Daerah (Perumda) Parkir Makassar dan Dinas Perhubungan Kota Makassar menjadi sasaran penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) yang menggunakan sepeda motor. Aksi pengerusakan yang terjadi secara mendadak ini terekam kamera CCTV, menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi.
Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Ajun Komisaris Hamka mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait penyerangan di kantor Perumda Parkir dan Dinas Perhubungan Makassar. Hamka menyebut sekelompok orang menggunakan motor melakukan pengerusakan di kantor Perumda Parkir dan Dishub Makassar.
"Kami masih melakukan penyelidikan penyerangan di Perumda Parkir Kota Makassar dan juga di Dinas Perhubungan Kota Makassar,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (17/1).
Rekaman CCTV
Hamka mengatakan rekaman CCTV menjadi alat untuk mengungkap pelaku penyerangan kantor Perumda Parkir dan Dishub Makassar. Ia menyebut setidaknya ada 13 orang melakukan pengerusakan dua kantor milik Pemerintah Kota Makassar tersebut.
"Untuk yang kami lakukan saat ini adalah analisa CCTV untuk mencari dan mengidentifikasi para pelaku," terangnya.
Aksi Penyerangan
Hamka menegaskan dari hasil pantauan CCTV terlihat adanya unsur kesengajaan dalam aksi penyerangan tersebut. Para pelaku diduga sengaja datang ke lokasi untuk melakukan teror terhadap instansi pemerintah.
"Kalau kita lihat dari hasil pantauan CCTV, memang ada unsur kesengajaan. Pelaku sengaja datang untuk melakukan penyerangan,” tuturnya.
Dari hasil penelusuran awal, aksi teror komplotan bermotor tersebut pertama kali menyasar Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar. Setelah itu, kelompok yang sama diduga bergerak ke Perumda Parkir Makassar Raya dan kembali melakukan penyerangan.
"Informasinya, Dishub lebih dulu diserang, setelah itu baru bergerak ke PD Parkir," paparnya.
Kelompok Pelaku yang Sama
Polisi menduga penyerangan di dua instansi tersebut dilakukan oleh kelompok pelaku yang sama. Dugaan tersebut masih terus didalami dengan memperkuat bukti serta mencocokkan rekaman CCTV dari kedua lokasi.
Dalam proses penyidikan, pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi. Selain itu, petugas juga memaksimalkan penelusuran CCTV di sekitar lokasi kejadian serta jalur yang dilalui komplotan bermotor sebelum dan sesudah melakukan penyerangan.
"Untuk saksi, ada tiga orang yang sudah kami mintai keterangan,” sebutnya.
Akibat aksi teror tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca. Meski demikian, tidak terdapat korban luka karena kedua lokasi dalam keadaan kosong saat kejadian.
"Untuk korban luka tidak ada, karena saat kejadian kondisinya kosong," ucapnya.