3 Kampus Besar Surabaya Alihkan Perkuliahan Daring Imbas Unjuk Rasa, Mahasiswa Aman Terkendali?
Tiga kampus ternama di Surabaya putuskan alihkan perkuliahan daring demi keselamatan mahasiswa menyusul unjuk rasa. Bagaimana nasib Perkuliahan Daring Surabaya selanjutnya?
Sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Surabaya mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan seluruh kegiatan perkuliahan ke sistem daring. Keputusan ini diambil menyusul unjuk rasa yang belum mereda di berbagai kota besar, termasuk Surabaya, sejak akhir Agustus 2025.
Langkah ini bertujuan utama untuk menjaga keselamatan dan keamanan mahasiswa serta seluruh civitas akademika di tengah situasi yang dinilai belum sepenuhnya kondusif. Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan keamanan.
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Universitas Surabaya (Ubaya), dan Universitas Ciputra (UC) Surabaya menjadi beberapa institusi yang menerapkan kebijakan ini. Masing-masing kampus telah mengeluarkan surat edaran resmi dan mekanisme pelaksanaan perkuliahan daring yang berbeda.
UINSA dan Kebijakan Perkuliahan Daring
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya secara resmi menetapkan perkuliahan daring pada periode 1 hingga 4 September 2025. Keputusan penting ini tertuang dalam Surat Edaran Rektor Nomor 2677 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Rektor Akh. Muzakki.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UINSA Surabaya, Aslamiyah, menjelaskan bahwa dosen diwajibkan mengajar dari kampus, namun perkuliahan dipusatkan melalui aplikasi daring seperti Google Meet. Sanksi akan diberikan bagi dosen yang tetap mewajibkan mahasiswa hadir di kampus, menegaskan komitmen kampus terhadap keselamatan mahasiswa.
Ubaya: Prioritaskan Keamanan Mahasiswa
Universitas Surabaya (Ubaya) juga tidak ketinggalan dalam menerapkan kebijakan serupa, dengan menetapkan seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring mulai 1 hingga 5 September 2025. Selain itu, kampus swasta ini turut meniadakan aktivitas kemahasiswaan tatap muka, termasuk organisasi dan unit kegiatan mahasiswa, untuk sementara waktu.
Manager Public Relations Ubaya, Elenita Santoso, menegaskan bahwa keputusan ini diambil semata-mata demi melindungi mahasiswa dan civitas akademika. “Kami mengambil tindakan ini untuk memastikan keamanan mahasiswa. Seluruh proses pembelajaran dilakukan dari tempat tinggal masing-masing sampai situasi kondusif,” ujarnya. Ubaya juga menyediakan hotline darurat yang bisa diakses mahasiswa jika menghadapi situasi mendesak selama kebijakan perkuliahan daring berlangsung, serta mengimbau mahasiswa untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar.
Universitas Ciputra dan Penyesuaian Jadwal Akademik
Sementara itu, Universitas Ciputra (UC) Surabaya juga melakukan penyesuaian jadwal akademik sebagai respons terhadap situasi terkini. Humas UC, Erlita Tantri, menjelaskan bahwa pada Senin, 1 September, kampusnya masih melaksanakan pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS) secara daring.
Kuliah aktif di Universitas Ciputra baru akan dimulai pada 8 September 2025, memberikan waktu lebih bagi persiapan dan pemantauan kondisi. Meskipun belum ada surat edaran resmi yang dikeluarkan, Erlita menyatakan bahwa semua layanan akademik untuk sementara waktu dilakukan secara daring. Hingga Minggu, aparat keamanan masih bersiaga di sejumlah titik strategis Surabaya untuk mengantisipasi potensi kericuhan, menunjukkan bahwa situasi keamanan masih menjadi perhatian utama.
Sumber: AntaraNews