Dinas Pendidikan Provinsi Riau secara resmi meliburkan dua institusi pendidikan tingkat menengah di Pekanbaru. Keputusan ini diambil untuk Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Pekanbaru dan Sekolah Menengah Kejuruan 2 Pekanbaru. Kebijakan libur sekolah ini berlaku mulai Senin, 1 September, sebagai respons terhadap lokasi kedua sekolah yang berdekatan dengan area demonstrasi.
Area yang dimaksud adalah Markas Kepolisian Daerah Riau, yang akan menjadi titik kumpul aksi demonstrasi mahasiswa. Pelaksana tugas Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, menyatakan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan pihak sekolah terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan siswa selama berlangsungnya aksi unjuk rasa tersebut.
Sebagai pengganti kegiatan belajar mengajar tatap muka, siswa diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran secara daring. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah siswa terlibat atau terkena dampak langsung dari demonstrasi. Disdik Riau menekankan pentingnya kelanjutan proses pendidikan meskipun dengan metode yang berbeda.
Advertisement
Advertisement
Pencegahan Dampak Demonstrasi Melalui Libur Sekolah
Kebijakan libur sekolah ini merupakan langkah preventif yang diambil oleh Dinas Pendidikan Riau. Erisman Yahya menjelaskan bahwa prioritas utama adalah menjaga keamanan dan keselamatan seluruh siswa. Lokasi strategis kedua sekolah yang berdekatan dengan Mapolda Riau dinilai berpotensi menimbulkan risiko bagi para pelajar.
Koordinasi yang intensif telah dilakukan antara Disdik Riau dan pihak manajemen sekolah. Hasilnya, disepakati bahwa siswa tidak akan masuk sekolah secara fisik pada tanggal tersebut. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan potensi keramaian dan gangguan yang mungkin timbul akibat aksi demonstrasi mahasiswa.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen Disdik Riau untuk memastikan lingkungan belajar yang kondusif. Meskipun tidak hadir di sekolah, siswa tetap diharapkan dapat fokus pada pembelajaran. Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalisir segala bentuk risiko yang tidak diinginkan selama periode demonstrasi berlangsung.
Advertisement
Advertisement
Belajar Daring dan Peran Orang Tua dalam Pengawasan
Meskipun diliburkan dari kegiatan tatap muka, proses belajar mengajar tetap berjalan melalui sistem daring. Erisman Yahya menegaskan bahwa semua siswa wajib hadir dalam proses belajar mengajar via platform zoom. Suasana pembelajaran daring dirancang menyerupai kegiatan di sekolah, lengkap dengan absensi yang dilakukan oleh masing-masing sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Erisman Yahya juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh orang tua siswa. Beliau meminta agar orang tua turut serta mengawasi anak-anak mereka yang belajar dari rumah. Hal ini untuk memastikan bahwa siswa benar-benar fokus pada pembelajaran daring dan tidak berada di luar rumah atau tempat lain yang berpotensi membahayakan.
Pengawasan orang tua menjadi kunci keberhasilan metode belajar daring ini. Disdik Riau berharap tidak ada siswa yang memanfaatkan situasi libur sekolah untuk ikut serta dalam demonstrasi atau kegiatan lain di luar rumah. Tujuannya adalah agar anak-anak tetap dapat belajar dengan aman dan efektif, serta terhindar dari potensi dampak negatif demonstrasi.
Advertisement
Selain SMA 8 dan SMK 2 Pekanbaru, sekolah lain yang juga dekat dengan Mapolda Riau adalah Madrasah Tsanawiyah 1 Andalan Pekanbaru. Demonstrasi mahasiswa di Mapolda Riau dan DPRD Riau direncanakan akan melibatkan ratusan peserta, sehingga langkah antisipasi ini dianggap perlu.
Sumber: AntaraNews