21 Kepala Keluarga Terdampak Kebakaran Dekat Pasar Ancol Bandung, Warga Butuh Beras hingga Selimut
Pemkot Bandung sedang mengidentifikasi dan fokus pemadaman dan penyelamatan.
Kebakaran melahap sejumlah bangunan di Jalan Cilentah, Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Senin (18/7). Sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK), terdampak dalam insiden tersebut.
"Barusan laporan dari para ketua RT bahwa ada 21 orang terdampak, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa," kata Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang meninjau langsung lokasi kebakaran.
Kepada para warga yang terdampak, Erwin menyebut pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung lewat Dinas Sosial telah menyiapkan bantuan. Bantuan itu antara lain berupa kebutuhan pokok seperti beras dan bahan makanan lainnya, hingga selimut.
“Dan saya meminta dinas juga buat membawa terpal karena di sini hanya ada masjid, untuk menampung warga kan tidak cukup,” ujar dia.
Selain itu, menurut Erwin, Pemkot Bandung telah meminta pengurus kewilayahan setempat, seperti RT dan RW, untuk mendata warga terkait dokumen-dokumen penting mereka akibat terdampak kebakaran, seperti KTP, Ijazah, hingga Surat Nikah. Nantinya, kata Erwin, Pemkot Bandung akan membantu dalam hal pembuatan dokumen baru segera.
“Saya juga sudah bilang ke ketua RT untuk mendata yang KTP-nya terbakar, ijazah terbakar, dan surat nikah terbakar, kami akan bantu dipercepat,” ucap dia.
Di sisi lain, Erwin mengatakan ada sekitar 8 bangunan yang terbakar di lokasi. Dia mengatakan, Pemkot Bandung akan melakukan pengecekan terhadap bangunan-bangunan tersebut. Hal itu dilakukan lantaran bangunan yang terbakar berlokasi di area sempadan sungai Cikapundung.
“Kami akan cek dulu, identifikasi dulu karena ini lokasi di bantaran sungai,” kata Erwin.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, M. Yusuf Hidayat mengungkapkan Pemkot Bandung menerima informasi terkait kebakaran tersebut sekitar pukul 10.28 WIB. Saat tiba di lokasi, digambarkannya kobaran api telah membesar.
“Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan sudah berada ke lokasi tidak selang lama untuk melakukan pemadaman. Nah ini karena yang terbakar barang-barang yang mudah terbakar,” kata dia.
Dia menuturkan objek yang pertama terbakar adalah sebuah bangunan yang berdekatan dengan tempat rongsokan.
“Itu belum diidentifikasi apakah itu jualan apa dan bagaimana gitu. Tapi kita fokus ke pemadaman,” ujar dia.
Terkait jumlah bangunan yang terbakar, Erwin menyebut ada sekitar 8. Namun, ada beberapa bangunan lainnya yang turut terbakar di seberang deretan bangunan itu yang padahal terpisah oleh sungai Cikapundung. Pemkot Bandung sedang mengidentifikasi dan fokus pemadaman dan penyelamatan.
“Jikalau, tadi juga saya melakukan wawaran kepada warga, apakah di tempat penduduk sekalian ada yang merasa kehilangan atau tidak, dicek ke kelompoknya masing-masing. Dan kami juga tim rescue sedang melakukan, pengecekkan apakah disitu ada korban atau tidak. Benar-benar tidak ada sementara,” kata dia.
Terkait penyebab kebakaran, Yusuf mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi. Sebab, fokus pertama pihaknya, ialah pada pemadaman dan penyelamatan.
“Belum, belum ada penyebab karena pada saat ke sini sumber api sudah membesar. Tapi kita melakukan identifikasi sumber api di bangunan mana pastinya nanti,” ujar dia.
Saat ini petugas pemadam kebakaran, telah melakukan pendinginan. Di singgung terkait kendala, Yusuf mengatakan itu salah satunya terkait cukup besarnya angin yang bertiup saat kejadian.
Untuk melakukan penanganan yang cepat, dia mengatakan, Pemkot Bandung telah mengerahkan 13 unit kendaraan pemadam kebakaran.
“Ini karena kita jangan sampai mengambil resiko ke bangunan lain,” tandasnya.