Deru Mesin Motor Influencer Otomotif Menembus Alam Liar Sumba
Dari Tambolaka hingga Waingapu, rombongan menyusuri lebih dari seribu kilometer jalur ekstrem.
Di tengah bentang alam dramatis Pulau Sumba yang liar dan memikat, deru mesin motor terdengar bersahutan membelah sunyi. Itulah awal dari perjalanan bertajuk Journey With Motul, ekspedisi lintas alam dan budaya yang membawa puluhan pegiat roda dua menjelajah salah satu kawasan paling eksotis di Indonesia.
Kegiatan ini bukan sekadar touring biasa. Bersama para penggiat motor kalcer dan influencer otomotif kenamaan, perjalanan ini menyulam petualangan, pengujian mesin, dan perjumpaan dengan kehidupan lokal yang autentik. Dari Tambolaka hingga Waingapu, rombongan menyusuri lebih dari seribu kilometer jalur ekstrem: dari jalanan bebatuan hingga tanjakan curam yang hanya bisa ditaklukkan dengan kombinasi keterampilan berkendara dan kesiapan mesin.
Setiap hentian adalah cerita. Di Kampung Adat Ratenggaro, para peserta disambut rumah-rumah tinggi beratap ilalang, saksi bisu tradisi marapu yang masih lestari. Laguna Waikuri menawarkan ketenangan kontras setelah jalanan berliku. Lalu, di Wee Kacura dan Prai Ijing, rombongan disuguhkan harmoni antara alam dan adat yang sulit dilupakan.
“Sumba itu liar, tapi menyentuh,” kata Atenx Katros, yang menunggangi Napoleon Benda 250. “Di sini, motor bukan hanya kendaraan, tapi alat untuk memahami lanskap dan budaya.”
Keindahan Sumba
Keindahan Sumba tidak datang tanpa ujian. Jalur berlumpur selepas hujan, turunan curam, dan tanjakan berbatu menghadirkan tantangan nyata. Di sinilah kekuatan sesungguhnya diuji—baik dari sisi pengendara, maupun mesin yang mereka percayakan.
Para peserta menggunakan berbagai jenis motor, dari Royal Enfield Interceptor milik Shitlicious, chopper klasik milik Omar Annas, hingga CRF Rally 250 tunggangan Mario Iroth. Semuanya harus menghadapi kondisi ekstrem yang menuntut performa maksimal.
Di balik perjalanan panjang ini, ada sisi teknis yang tak kalah menarik. Dua jenis pelumas mesin diuji langsung selama ekspedisi: Motul 5100 dan 7100. Keduanya dirancang untuk menjaga kestabilan suhu dan mengurangi gesekan dalam kondisi panas dan tekanan tinggi—yang memang banyak dijumpai selama perjalanan melintasi Sumba.
“Ini bukan hanya touring, tapi juga tes lapangan yang ekstrem,” ujar Welmart Purba, National Sales Director Motul Indonesia yang turut serta dengan Kawasaki Eliminator-nya.
“Kami ingin membuktikan bahwa teknologi pelumasan modern punya peran penting dalam mendukung perjalanan eksploratif semacam ini.”
Sumba mungkin jauh, terjal, dan sunyi. Tapi lewat knalpot yang mengaum dan jejak ban yang tertinggal di tanah basah, para penjelajah ini membuktikan bahwa touring adalah lebih dari sekadar perjalanan—ia adalah seni merayakan kebebasan.