Mengintip Cara Hidup Elang Jawa, Burung dengan Penglihatan 8 Kali Lebih Tajam dari Manusia
Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda.
Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda.
Mengintip Cara Hidup Elang Jawa, Burung dengan Penglihatan 8 Kali Lebih Tajam dari Manusia
Satwa Langka
Polisi Kehutanan Madya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Jawa Timur, Hari Purnomo, mengatakan bahwa elang jawa termasuk satwa langka yang dilindungi. Mengutip Liputan6.com, hewan ini tak boleh dipelihara oleh perseorangan.
Baru-baru ini, BB KSDA menerima laporan tentang elang jawa yang dipelihara seseorang. Tak lama setelah laporan itu masuk, seorang warga Pandanwangi, Kota Malang, menyerahkan seekor elang jawa (Nisaetus bartelsi) peliharaannya BB KSDA ke Jawa Timur.
Selanjutnya, elang jawa direhabilitasi di kandang transit BB KSDA Jatim. Kelak, jika dinilai layak dilepas liarkan, petugas akan menentukan lokasi yang cocok. Pelepas liaran bisa di kawasan Bromo Semeru, Pulau Nusa Barong atau lainnya.
Identik dengan Garuda
Elang jawa merupakan spesies elang berukuran sedang dan termasuk hewan endemik di Pulau Jawa.
Elang ada yang memiliki tubuh sedang sampai besar dengan panjang tubuh antara 60-70 cm. Sedangkan kepala berwarna cokelat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm), dan tengkuk cokelat kekuningan.
Mengutip situs Taman Safari, satwa ini identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda.
Habitat
Persebaran elang jawa hanya terdapat di sekitar Pulau Jawa. Keberadannya bisa ditemui di Ujung Barat (Taman Nasional Ujung Kulon) sampai ujung timur (Semenanjung Blambangan Purwo) Pulau Jawa.
Burung ini hanya terbatas pada wilayah hutan primer dan daerah peralihan antara daratan rendah dan pegunungan. Sementara itu, satwa ini spesialisasi hidup di kawasan berlereng.
Sementara di Jawa Timur, dijumpai di Gunung Bromo, Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Meru Betiri.
Kini, penyebaran elang jawa hanya terdapat di hutan dataran tinggi. Kondisi ini terjadi karena banyak hutan dataran rendah yang hilang.
Padahal pada awal tahun 1990-an banyak yang menyebut elang jawa juga ada di dataran rendah.
Mata Tajam
Elang Jawa memiliki bola mata kecil, meski demikian burung ini mempunyai tatapan tajam untuk menaklukan mangsa. Elang Jawa memiliki penglihatan delapan kali lebih tajam dari manusia.
Dari atas ketinggian, elang jawa mengikuti gerak-gerik mangsa. Kemudian dengan sigap dan tangkas menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun di atas tanah. Mulai dari tupai, bajing, kalong, musang sampai anak monyet akan menjadi santapannya.
VP Life and Sains Taman Safari Indonesia, drh. Bongot Huaso Mulia, MSc. mengatakan, burung ini dikenal sebagai satwa dirgantara dengan daya jelajah luas. Elang jawa juga senang hidup di pohon yang tinggi menjulang agar dapat mengincar mangsa atau sebagai sarang.