Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menghadiri acara pelepasan elang Jawa di tempat latihan Kostrad.
Elang Jawa tersebut secara resmi telah dibiarkan hidup di alam bebas setelah melalui proses habituasi yang cukup panjang.
Elang tersebut didapatkan dari seorang warga yang menyerahkan kepada petugas, dan akhirnya setelah melalui proses yang sangat panjang elang tersebut dilepaskan.
Bagaimana momen pelepasliaran elang Jawa yang ada di langit Sangga Buana, markas latihan Kostrad?
Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Advertisement
Sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube deHakims Aviary memperlihatkan upacara pelepasan burung elang Jawa yang dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Pelepasan burung elang Jawa tersebut dilakukan di tempat latihan Kostrad tepatnya di Gunung Sangga Buana, Jawa Barat.
Acara itu juga dihadiri oleh masyarakat setempat yang diundang untuk menyaksikan langsung detik-detik burung tersebut terbang ke alam bebas.
Pelepasan elang Jawa ke alam bebas itu tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak.
Mulai dari masyarakat setempat, hingga prajurit TNI AD selalu siap siaga menjaga alam Indonesia.
Seorang prajurit TNI yang ikut membantu proses pelepasan elang Jawa dari awal sampai akhir itu mengaku sedih sekaligus senang akhirnya elang yang dirawatnya bisa kembali ke alam bebas.
“Saya sendiri yang terlibat langsung dari awal, dari nerima elang sampai habituasi sampai pelepasan, sangat luar biasa. Menjaga siang malam di sini, ini tendanya sampai rusak,”
Advertisement
kata prajurit TNI bernama Yusuf.
Irfan Hakim sebagai pemilik channel yang mengunggah video tersebut mengatakan jika pelepasan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap kehidupan elang Jawa di alam aslinya.
“Semoga ke depan tidak ada lagi perburuan satwa langka di bumi tercinta ini. Terima kasih untuk semua pihak yang berkontribusi untuk pelepasliaran kali ini. Khususnya untuk bapak Jenderal TNI Maruli Simanjuntak beserta jajarannya,” kata Irfan Hakim.
“Dari sini, kita peduli. Kalau bukan kita, siapa lagi,” pungkasnya.
Advertisement