Minta Maaf ke Korban, Begini Pengakuan Pria Lansia yang Teriaki Wanita Penumpang TransJakarta Teroris
Permintaan maaf ini dilakukan JH (69) usai dirinya diamankan polisi beberapa waktu lalu.
Pria lanjut usia (lansia) meminta maaf kepada wanita yang dimarahi hingga diteriaki sebagai teroris pada saat berada di sebuah halte Transjakarta. Permintaan maaf ini dilakukan JH (69) usai dirinya diamankan polisi beberapa waktu lalu.
Hal ini terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh akun resmi @humaspolsekgrogolpetamburan.
"Maaf atas kekhilafan saya yang saya ucapkan, sehingga mbak atau ibu yang saya kasihi saya tidak akan mengulangi lagi, sehingga mbak bisa bekerja dengan leluasa, seperti semula, seperti tidak ada tidak ada kejadian yang berikut-berikutnya," ujar JH seperti dalam video tersebut, Selasa (10/6).
Dalam video itu, JH yang menggunakan batik hitam terlihat langsung meminta maaf kepada wanita tersebut yang menggunakan pakaian dan hijab berwarna merah.
Permintaan maaf itu juga disaksikan seorang pria dengan memakai baju batik berwarna biru yang berdiri di antara JH dan wanita tersebut.
"Dalam hal ini saya berjanji, tidak akan mengulangi dengan siapapun di dalam busway, karena transportasi saya hanya busway," kata dia.
Pelaku Ditangkap Polisi
Kepolisian sebelumnya menangkap pria lanjut usia (lansia) yang viral karena marah hingga meneriaki wanita sebagai teroris. Kejadian itu diunggah akun @warga.jakbar.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Grogol Petamburan, AKP Aprino Tamara mengatakan, lansia usia 69 tahun itu pun sudah dipertemukan dengan korban usai diamankan.
"Sudah ketangkap, kemarin pagi, pelakunya. Terus sudah kita amankan, tadi pagi korbannya datang ke sini, ketemu dengan si pelaku. Terjadilah kesepakatan damai, akhirnya korban cabut laporan," kata Aprino saat dihubungi, Senin (9/6).
Kemudian, terkait dengan alasan lansia tersebut meneriaki korban karena adanya beberapa alasan dan faktor. Salah satunya karena terburu-buru ingin mengambil bantuan sosial (bansos).
"Jadi pengakuan dia bahwa dia tersulut emosi, terus dia juga emosi itu karena banyak faktor, kata dia, saya lapr pak, saya belum makan dari pagi, terus kedua, saya juga kepikiran uang indekos saya belum bayar," kata dia.
"Terus yang ketiga saya lagi ngejar cepat-cepat mau ambil bansos pak, katanya gitu. Kakek-kakek ini usia 69 tahun, tinggal sebatang kara," sambungnya.
Dia menegaskan, kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan atau damai antara korban dengan terduga pelaku.
"Sudah, sudah (secara kekeluargaan)," pungkasnya.