Mengintip Desain Rumah Modular Beton di Merauke, Bisa Jadi Alternatif Program 3 Juta Rumah
Inovasi teknologi modular beton yang diperkenalkan pada tahun 2024 menawarkan solusi untuk mengatasi backlog perumahan nasional.
Sejak tahun 2024, inovasi teknologi modular beton muncul sebagai solusi untuk mengatasi backlog perumahan nasional yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencapai sekitar 15 juta unit.
PT Motive Mulia (Beton Merah Putih), yang merupakan anak perusahaan dari PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih), memperkenalkan inovasi ini.
Saat ini, modular beton dari Beton Merah Putih sedang diterapkan dalam proyek pembangunan 608 unit rumah untuk pabrik gula di Merauke, yang telah memasuki tahap produksi komponen modular.
Untuk mendukung kelancaran proyek ini, perusahaan juga sedang membangun pabrik precast di Merauke agar ketersediaan komponen modular dapat dilakukan secara efisien, tepat waktu, dan dengan presisi yang tinggi.
"Kami memahami urgensi kebutuhan akan hunian berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Melalui media briefing ini, kami ingin menyampaikan bagaimana teknologi modular beton pracetak dapat menjadi solusi transformasional, yang mampu memangkas waktu, menghemat biaya, dan memastikan kualitas bangunan," kata Direktur Komersial PT Motive Mulia (Beton Merah Putih) Akhmad Syamsudin dikutip pada Kamis (28/8).
Syamsudin mengatakan, PT Motive Mulia membangun 608 rumah berteknologi modular beton di Merauke. Menurut dia, pembangunan itu menjadi bukti awal bahwa inovasi modular beton aplikabel bisa dibangun di Indonesia dan menjawab tantangan perumahan ke depan.
Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan perumahan yang terus meningkat.
Keunggulan Modular Beton
Selama ini, Beton Merah Putih telah memproduksi beragam produk beton dengan teknologi tinggi yang menjadi solusi konstruksi terintegrasi. Produk precast dan readymix dari Beton Merah Putih dibuat dengan pengawasan kualitas yang ketat di pabrik mereka.
"Beton Merah Putih menjamin tingkat kekuatan dan presisi yang konsisten pada setiap unit yang kami produksi. Keunggulan ini sangatlah krusial, terutama di Indonesia yang berada di wilayah rawan gempa, karena struktur bangunan menjadi lebih kokoh dan aman," jelas Syamsudin.
Selain menawarkan produk berkualitas, Beton Merah Putih juga memberikan manfaat nyata bagi percepatan pembangunan. Dengan penerapan metode modular beton, proses pembangunan dapat memberikan beberapa keuntungan, antara lain:
- Peningkatan Kecepatan dan Efisiensi
- Komponen rumah diproduksi secara terpisah di pabrik dan hanya perlu dirakit di lokasi proyek. Proses ini dapat memangkas waktu konstruksi hingga 30-50%, sehingga pembangunan satu unit rumah dapat diselesaikan dalam hitungan hari.
- Menekan Biaya dan Mengurangi Ketergantungan Tenaga Kerja.
- Dengan proses yang terstandarisasi dan minimnya pekerjaan di lokasi, kebutuhan akan tenaga kerja terampil dapat diminimalkan, sehingga mengurangi biaya secara keseluruhan.
- Menciptakan Lingkungan yang Berkelanjutan.
- Teknologi produksi Beton Merah Putih secara signifikan mengurangi limbah konstruksi, menjadikannya lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan praktik pembangunan berkelanjutan.
Dukung Proyek Pembangunan 3 Juta Rumah
Di akhir pernyataannya, Syamsudin menegaskan kembali komitmen Beton Merah Putih serta seluruh anggota kelompok usaha Semen Merah Putih untuk mendukung program pembangunan perumahan dan infrastruktur yang dilaksanakan oleh pemerintah. Pada bulan Oktober 2025, Beton Merah Putih akan melakukan groundbreaking untuk pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di Taman Mini Indonesia Indah sebagai bagian dari program 3 juta rumah.
“Kami akan senantiasa berada di garis terdepan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang sudah dicanangkan Pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengan berbagai produk unggulan Beton Merah Putih, kami berkomitmen untuk menjamin standar pembangunan program kerakyatan ini berada pada kualitas terbaik dari sisi kekuatan, efisiensi waktu, dan efektivitas biaya. Demi kepentingan terbaik dari masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkas Syamsudin.