Warga Israel Mulai Dirikan Pemukiman di Lebanon Setelah Gencatan Senjata
Penyelidikan dari militer Israel mengungkapkan sejumlah warga ekstremis Yahudi sudah mendirikan tenda-tenda di Lebanon.
Awal bulan Desember para pemukim Israel mengklaim telah melintasi perbatasan utara ke wilayah Lebanon dan mendirikan pemukiman terpencil.
Tenda-tenda pemukiman ini didirikan di wilayah Lebanon selatan setelah berjalannya kesepakatan gencatan senjata antara Israel-Hizbullah pada 26 November lalu.
Para pemukim ilegal itu dipimpin oleh kelompok pemukim ekstrimis, Uri Tzafon. Pada saat itu militer Israel mengatakan klaim itu tidak benar.
Setelah proses investigasi dilakukan, kini militer Israel telah mengonfirmasi bahwa sekelompok pemukim Yahudi ilegal memang menyeberangi perbatasan ke Lebanon selatan dan mendirikan pemukiman kecil pada awal bulan ini.
Menurut kantor berita Reuters, , “Penyelidikan awal militer menunjukkan warga sipil memang melintasi garis biru beberapa meter dan setelah diidentifikasi, mereka kemudian dipindahkan dari area tersebut.”
Militer Israel mengatakan, “Setiap upaya untuk mendekati atau menyeberangi perbatasan ke wilayah Lebanon tanpa koordinasi menimbulkan risiko yang mengancam jiwa dan mengganggu militer Israel untuk beroperasi di daerah tersebut untuk menjalankan misinya.”
Mengutip The Times of Israel, sebuah sumber militer mengklaim tentara Israel dalam beberapa pekan terakhir berupaya memblokir berbagai titik masuk ke Lebanon di sepanjang pagar perbatasan Israel. Berdasarkan ketentuan gencatan senjata pada 26 November, pasukan Israel dapat tetap berada di Lebanon selama 60 hari.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti