Teleskop NASA Temukan Nebula Berbentuk Mata Kucing, Terletak Sejauh 3.300 Tahun Cahaya dari Bumi
Nama "Mata Kucing" diambil dari bentuknya yang mirip dengan mata saat dilihat melalui teleskop.
Nebula adalah awan besar yang ada di luar angkasa, terdiri dari debu, gas, dan plasma. Istilah "nebula" sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti "awan". Nebula sering kali muncul sebagai area yang bercahaya di langit malam dan menjadi tempat di mana bintang-bintang baru lahir.
Keindahan nebula yang berwarna-warni sangat memikat banyak orang. Proses pembentukan nebula terjadi dari sisa-sisa ledakan bintang yang dikenal sebagai supernova, atau dari awan gas dan debu yang runtuh akibat gaya gravitasi. Salah satu nebula yang menarik perhatian para astronom adalah Nebula Mata Kucing.
Menurut laman Earth yang dilansir, Rabu (5/2), Nebula Mata Kucing, yang secara resmi disebut NGC 6543, merupakan salah satu nebula planet paling kompleks yang pernah ditemukan. Nebula ini terletak sekitar 3.300 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di konstelasi Draco. Nama "Mata Kucing" diberikan karena bentuknya yang mirip mata saat dilihat melalui teleskop. Gambar rinci nebula ini diambil oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Dikutip dari laman Badan Antariksa Eropa (ESA) pada Rabu (5/2), nebula ini terbentuk ketika bintang yang mirip dengan matahari melepaskan lapisan gas luarnya secara bertahap. Proses ini menghasilkan nebula bercahaya dengan berbagai bentuk. Di bagian tengah Nebula Mata Kucing terdapat bintang panas yang sedang sekarat, yang telah membentuk lapisan gas yang terlempar ke luar berulang kali. Cincin-cincin gas tersebut berbentuk konsentris, dengan semburan gas berkecepatan tinggi dan pola gas yang unik.
11 Cincin
Gambar yang diambil menggunakan Kamera Canggih untuk Survei (ACS) milik Hubble menunjukkan pola lebih dari 11 cincin atau lapisan gas yang mengelilingi Nebula Mata Kucing. Setiap cincin merupakan tepi dari gelembung gas berbentuk bola yang tampak bercahaya di bagian luar.
Menurut ESA, pengamatan menunjukkan bintang di pusat nebula ini melepaskan massa gasnya dalam serangkaian ledakan setiap 1.500 tahun. Ledakan ini menciptakan lapisan debu yang masing-masing memiliki massa setara dengan semua planet dalam Tata Surya.
Berbagai teori telah diajukan untuk menjelaskan fenomena ini, termasuk siklus aktivitas magnetik seperti siklus bintik matahari, pengaruh bintang pendamping yang mengorbit bintang utama, atau getaran bintang yang menyebabkan pelepasan materi secara periodik. Teori lain menyebutkan, materi yang dikeluarkan bintang awalnya mengalir dengan halus, namun kemudian membentuk cincin akibat gelombang dalam aliran materi tersebut.