Seorang Pria Curi dan Bakar Alquran di Masjid Prancis
Pembakaran Alquran dilaporkan terjadi setelah kitab suci tersebut dicuri dari masjid dekat Lyon, lalu dibakar di depan masjid.
Insiden pembakaran Alquran terjadi di Lyon, Prancis, pada akhir pekan kemarin. Menurut sejumlah laporan, kitab suci tersebut dicuri dari sebuah masjid yang terletak tidak jauh dari Lyon sebelum akhirnya dibakar di depan masjid tersebut.
Insiden ini disampaikan para pemimpin agama serta sumber dari kepolisian pada Selasa (3/6).
"Pada malam Minggu (1/6) hingga Senin (2/6), seorang pria dengan wajah tidak tertutup memasuki ruang salat, mengambil sebuah salinan Alquran, membakarnya, dan kemudian melemparkannya di luar gedung sebelum melarikan diri," ungkap dewan masjid di wilayah Rhone, sebagaimana dikutip dari AFP, Rabu (4/6).
Pelaku yang teridentifikasi sebagai pria kelahiran 1971 dari Prancis tersebut melarikan diri menggunakan mobil, namun berhasil ditangkap tidak jauh dari lokasi kejadian setelah pasangannya melaporkan kepada pihak kepolisian.
Menurut laporan dari surat kabar Le Parisien, tersangka mengaku "bersumpah setia pada bendera Prancis" dan mengajak warga Prancis untuk "menembak" orang-orang keturunan asing dalam salah satu video yang diunggahnya di media sosial.
Jaksa yang menangani kasus terorisme telah mengambil alih penyelidikan kasus ini, menjadikannya sebagai serangan rasis pertama yang berhubungan dengan kelompok sayap kanan ekstrem yang diperlakukan sebagai "terorisme" sejak pembentukan kantor mereka pada tahun 2019. Dalam kejadian terpisah pada April, seorang pria telah menikam seorang warga Mali hingga tewas di sebuah masjid, dan kasus ini sekarang ditangani oleh jaksa setempat.