Donald Trump Ingin Putrinya Ivanka Jadi Cawapres Pada Pemilu 2016

Ivanka mengatakan kepada ayahnya, usulan itu bukan ide bagus dan Trump akhirnya memilih Mike Pence.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Donald Trump Ingin Putrinya Ivanka Jadi Cawapres Pada Pemilu 2016
ivanka trump. ©Twitter

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mempertimbangkan putrinya, Ivanka Trump sebagai cawapresnya pada pemilihan presiden 2016, menurut laporan harian The Washington Post kemarin.

Mengutip sebuah buku yang akan terbit karya mantan wakil ketua tim kampanye Trump, Rick Gates, "Wicked Game," yang akan diterbitkan pada 13 Oktober mendatang, The Washington Post melaporkan, selama pembahasan terkait calon pendampingnya, Trump mengatakan kepada sebuah tim kampanyenya, "Menurut saya seharusnya Ivanka. Bagaimana kalau Ivanka menjadi wapres saya?"

"Dia cemerlang, dia cerdas, dia cantik, dan masyarakat akan mencintainya," imbuhnya menurut laporan koran tersebut, dikutip dari CNN, Selasa (29/9).

Kandidat presiden sangat tertarik dengan gagasan Ivanka sebagai wakil presiden dan "dingin dengan pilihan lain, termasuk pemilihan Gubernur Indiana saat itu Mike Pence, sehingga timnya melakukan survei gagasan tersebut dua kali."

Ivanka mengatakan kepada ayahnya, usulan itu bukan ide bagus dan Trump akhirnya memilih Mike Pence setelah mantan gubernur itu memberikan "monolog kejam dan panjang" terkait mantan Presiden Bill Clinton dan pesaing Trump pada pemilihan 2016, Hillary Clinton dalam sebuah agenda sarapan bersama.

Namun klaim ini dibantah Direktur Komunikasi Kampanye Trump 2020, Tim Murtaugh

"Ini tidak benar dan tak pernah ada survei apapun," ujarnya kepada CNN Monday.

Ivanka, yang menjabat sebagai penasihat senior ayahnya di Gedung Putih, telah menjadi pendukung utama selama karier politik ayahnya. Ivanka memperkenalkan ayahnya ketika dia mengumumkan kampanye presidennya pada Juni 2015 dan sedang berkampanye dengan penuh semangat untuk pemilihan November mendatang.

Trump, pada gilirannya, sering memuji apa yang dia lihat sebagai bakat politik putrinya, menunjukkan pada bulan Agustus bahwa putrinya akan menjadi kandidat Gedung Putih yang lebih baik daripada Senator California Kamala Harris, menyebut calon wakil presiden dari Partai Demokrat itu "tidak kompeten".

"Saya juga ingin melihat presiden perempuan pertama, tetapi saya tidak ingin melihat presiden perempuan menduduki posisi itu seperti yang dia (Kamala Harris) lakukan, dan dia tidak kompeten, dia tidak kompeten," katanya saat kampanye terbuka di Londonderry, New Hampshire.

"Mereka semua berkata, 'Kami menginginkan Ivanka.' Saya tidak menyalahkan Anda."

Rekomendasi