Empat astronot tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Kamis setelah menempuh perjalanan sekitar delapan jam, mencatatkan rekor baru sebagai penerbangan tercepat pesawat ruang angkasa Amerika Serikat menuju orbit laboratorium itu. Kapsul SpaceX Dragon bernama "Grace" merapat ke salah satu port ISS sekitar tujuh jam 55 menit setelah lepas landas.
Dikutip dari The Guardian, Selasa (6/10/2026), SpaceX meluncurkan misi ini untuk NASA dengan Jessica Watkins sebagai komandan bersama tiga anggota kru lainnya. Peluncuran sebelumnya tertunda tiga pekan akibat perbaikan kebocoran pada sistem bahan bakar kapsul Dragon.
Awan tebal sempat mengancam sejak pagi, namun kondisi membaik dan peluncuran dari Cape Canaveral dapat dilakukan pukul 11.10 waktu setempat atau 15.10 GMT. Dalam siaran langsung NASA TV, kapsul tampak bergerak perlahan ke arah ISS yang terlihat diam, sementara keduanya sebenarnya melaju sekitar 17.500 mil per jam atau 28.100 kilometer per jam.
Keempat astronot itu adalah Jessica Watkins dan Luke Delaney dari Amerika Serikat, Joshua Kutryk dari Kanada, serta Sergey Teteryatnikov dari Rusia. Mereka memasuki stasiun melalui ruang penghubung bertekanan dan berbicara dengan rekan-rekan mereka di Bumi pada Kamis malam.
"Kami sangat bersemangat berada di sini. Ini benar-benar tempat yang istimewa," kata Watkins. Pernyataan itu disiarkan dalam siaran langsung NASA.
"Sungguh menakjubkan dan agak ironis memikirkan bahwa perjalanan ke sini begitu singkat, karena perjalanan untuk bisa sampai di sini sangat panjang," lanjutnya.
Kutryk, yang istrinya dijadwalkan melahirkan saat ia masih berada di orbit, mengatakan senang bisa mewakili Kanada di luar angkasa. "Rasanya sangat menyenangkan. Saya menantikan misi yang baik setelah tidur. Itulah yang akan saya lakukan selanjutnya," ujarnya.
Durasi tempuh menuju ISS sangat dipengaruhi posisi relatif stasiun dan wahana saat peluncuran. Kru sebelumnya yang diluncurkan dari wilayah Amerika Serikat membutuhkan waktu lebih dari 30 jam untuk mencapai ISS.
Watkins merupakan seorang ahli geologi yang sekitar satu dekade lalu bekerja dengan robot penjelajah Mars milik NASA, Curiosity. Ini adalah perjalanannya yang kedua menuju ISS, setelah sebelumnya menjalani misi jangka panjang pada 2022.
"Terima kasih untuk perjalanan yang luar biasa," kata Watkins. Kalimat itu ia sampaikan melalui radio setelah peluncuran.
Mereka dijadwalkan tinggal selama enam bulan di ISS. Meski demikian, perjalanan menuju stasiun tersebut sudah menjadi yang tercepat, bukan hanya bagi SpaceX, tetapi juga untuk entitas Amerika Serikat mana pun, termasuk NASA. Adapun tiga anggota kru selain Watkins adalah pendatang baru di luar angkasa: Delaney mantan marinir, Kutryk kolonel Angkatan Udara Kerajaan Kanada, dan Teteryatnikov pernah bertugas sebagai awak kapal selam. Keempatnya akan menggantikan kru yang telah berada di ISS sejak Februari.
Advertisement
Crew-13: Jejak "Lucky 13" dan Hormat untuk Apollo 13
Misi ini menjadi peluncuran kru ke-13 SpaceX untuk NASA, tidak termasuk uji terbang pada 2020. Penamaan Crew-13 pada lambang misi dibuat sebagai penghormatan kepada Apollo 13, misi ke Bulan pada 1970 yang menegangkan dan berakhir dengan kembalinya para astronot ke Bumi dengan selamat.
Angka 13 berulang dalam berbagai detail misi. Watkins dan kru menuju landasan peluncuran dengan mobil Tesla hitam berpelat "Lucky 13". Mereka juga membawa maskot berupa naga emas kecil hasil rajutan bernama Lucky, yang mengenakan semanggi berdaun empat di lehernya.
"Kami pikir tidak ada salahnya membawa sedikit keberuntungan kami sendiri, untuk berjaga-jaga. Namun, jelas kami tidak membutuhkannya," kata Watkins dari orbit. Ia menyebut mereka sebagai "empat manusia paling beruntung di dalam maupun di luar Planet Bumi".
Di saat bersamaan, Heather Kutryk dijadwalkan melahirkan ketika suaminya sedang mengitari Bumi. Kutryk akan menjadi pria keempat yang menjadi ayah saat berada di orbit, dengan kelahiran anak ketiga mereka diperkirakan pada akhir November.
"Banyak hal yang mengubah hidup dapat terjadi selama enam bulan," kata pejabat NASA Dana Weigel sehari sebelum peluncuran. Weigel menyebut NASA akan memastikan Kutryk terus mendapatkan kabar terbaru tentang keluarganya, sementara Badan Antariksa Kanada juga berjanji memberikan dukungan.
Pada 2004, NASA menyiapkan sambungan radio antara astronaut ISS Mike Fincke dan ruang bersalin tempat istrinya melahirkan putri mereka. Lima tahun kemudian, Randy Bresnik—yang akan memimpin misi Artemis III tahun depan—melakukan sambungan komunikasi dengan rumah sakit dari orbit. Kabar gembira datang lebih lambat bagi astronaut Austria, Franz Viehböck; putrinya lahir beberapa jam setelah ia meluncur ke stasiun luar angkasa Mir pada 1991, namun ia baru diberi tahu keesokan harinya.
Tiga jam setelah Crew-13 meluncur, SpaceX kembali menerbangkan roket Falcon dari California yang membawa lebih dari 100 satelit mini. Roket Falcon lain dijadwalkan lepas landas dari Florida pada Kamis malam dengan muatan satelit rahasia milik National Reconnaissance Office. Rangkaian peluncuran ini berlangsung pada pekan yang sama ketika Starship, pesawat luar angkasa raksasa perusahaan itu, untuk pertama kalinya berhasil mencapai orbit.