Perusahaan Jepang Kirim Sake ke Luar Angkasa, Bakal Dijual Kembali di Bumi dengan Harga Fantastis
Sake ini akan dijual kembali di Bumi dengan harga belasan miliar.
Baru-baru ini, Asahi Shuzo perusahaan sake paling populer di Jepang merk Dassai berencana membuat terobosan baru dengan membuat sake di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Jika berhasil, Dassai akan jadi merk sake pertama yang dibawa ke luar angkasa dan menjadi salah satu sake paling mahal di dunia. Satu botol berukuran 100 mililiter sake ini akan dijual di Bumi dengan harga 100 juta yen atau sekitar Rp10,4 miliar.
Souya Uetsuki, pembuat bir yang bertanggung jawab atas proyek di Asahi Shuzo mengatakan: “Tidak ada jaminan keberhasilan 100 persen untuk uji fermentasi."
Uetseki menambahkan, perbedaan gravitasi dapat memengaruhi perpindahan panas dalam cairan, sehingga menyebabkan proses fermentasi berbeda antara di luar angkasa dan di Bumi, ditambah proses fermentasi yang memakan waktu sekitar dua bulan.
Meski begitu, perusahaan tersebut saat ini sedang mengembangkan peralatan pembuatan bir luar angkasa, yang rencananya akan diluncurkan pada akhir tahun 2025.
Harapan Baru
Uetsuki mengungkapkan, perusahaan berharap proyek itu akan menawarkan wawasan tentang cara kerja fermentasi di luar angkasa, sehingga mungkin suatu hari mereka dapat membuat sake di bulan.
"Di masa depan, saat manusia dapat bepergian bebas ke bulan, sebagian orang akan mengunjungi bulan sebagai turis. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan sake yang dapat dinikmati di bulan, sehingga pengunjung dapat menikmati momen-momen menyenangkan di sana," kata Uetsuki.
Ia berharap proyek ini juga akan bermanfaat bagi wisatawan luar angkasa masa depan yang memiliki kegemaran terhadap jenis makanan fermentasi lainnya.
“Banyak makanan Jepang, seperti natto dan miso yang difermentasi dan teknologi ini dapat diperluas untuk area ini,” imbuh Uetsuki, seperti dikutip dari laman CNN, pada Jumat (13/12).
Perusahaan Asahi Shuzo telah membayar Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang untuk akses ke modul eksperimen Kibo, bagian dari ISS yang dikembangkan oleh Jepang, tempat pengujian dapat dilakukan dalam lingkungan gravitasi mikro khusus, meski belum ada tanggapan dari badan antariksa tersebut.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti